Rusia Tiba-tiba Hendak Tangkap Miliarder Pendiri Telegram Pavel Durov, Ini Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Rusia mendakwa miliarder pendiri Telegram, Pavel Durov, dengan surat perintah penangkapan internasional. Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengumumkan dakwaan pada Rabu, menuduh bahwa Telegram gagal menonaktifkan saluran, obrolan, dan bot yang digunakan oleh dinas khusus Ukraina dan organisasi teroris untuk merencanakan serangan di Rusia. Serangan tersebut termasuk sabotase, terorisme, pembunuhan massal, dan penipuan siber. Tidak ada komentar resmi dari Durov atau Telegram, tetapi akun Telegram di X memposting foto Durov yang mengacungkan jari tengah setelah dakwaan. Tuduhan ini muncul ketika Rusia berupaya membatasi penggunaan Telegram dan WhatsApp sambil mempromosikan layanan pesen MAX yang didukung negara. Para pakar memperingatkan bahwa MAX tidak menggunakan enkripsi end-to-end dan akan membagikan data pengguna dengan pihak berwenang jika diminta. Pemerintah Rusia juga telah memblokir media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram, serta meningkatkan pembatasan pada YouTube.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 18.05
Rusia Keluarkan Perintah Penangkapan, Bos Telegram Acungkan Jari Tengah
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.50
46 Orang Ditangkap Kasus Terorisme, Pemerintah Ungkap Peran Pengusaha
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 15.37
Rusia Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Bos Telegram
Berita terkait
CEO Telegram Pavel Durov Resmi Jadi Buronan Internasional Rusia
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 15.00
Pemilik Telegram Diburu Anak Buah Vladimir Putin
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 07.10
Negara-Negara Kaya Terancam, Intelijen Dunia Satukan Kekuatan
CNBC Indonesia · 24 Juli 2026 pukul 21.00
Pasukan Korea Utara Perkuat Kekuatan Rusia di Ukraina
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.09