Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rusia Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Bos Telegram

Otoritas Rusia mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional terhadap Pavel Durov, pendiri dan CEO Telegram, pada Rabu (29/7). Durov didakwa atas tuduhan keterlibatan dalam terorisme oleh Dinas Keamanan Rusia (FSB). FSB menuduh Telegram digunakan sebagai sarana perekrutan oleh badan keamanan Ukraina untuk mengoordinasikan aksi sabotase terhadap warga Rusia, dan Durov didakwa karena gagal menghapus materi "terlarang" dari platformnya.

Durov, pengusaha teknologi kelahiran Rusia yang kini memegang paspor Prancis dan Uni Emirat Arab, telah lama berselisih dengan pemerintah Moskow terkait upaya mereka memperketat kendali atas internet. Telegram menjadi salah satu platform komunikasi utama di Rusia, namun otoritas berulang kali berupaya memblokir aksesnya demi menekan Durov menyerahkan data pengguna atau mendorong warga beralih ke layanan alternatif yang didukung negara.

Selain kasus ini, Durov juga menghadapi masalah hukum lain terkait tuduhan penyebaran konten ilegal di Telegram. Sebelumnya, Duroh mendirikan VKontakte atau "Facebook-nya Rusia" namun dipaksa keluar dari perusahaan tersebut saat tekanan otoritas Moskow meningkat pada pertengahan 2010-an. Belum ada tanggapan langsung dari Durov maupun pihak Telegram.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait