Rusia Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Bos Telegram
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Rusia mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional terhadap Pavel Durov, pendiri dan CEO Telegram, pada Rabu (29/7). Durov didakwa atas tuduhan keterlibatan dalam terorisme oleh Dinas Keamanan Rusia (FSB). FSB menuduh Telegram digunakan sebagai sarana perekrutan oleh badan keamanan Ukraina untuk mengoordinasikan aksi sabotase terhadap warga Rusia, dan Durov didakwa karena gagal menghapus materi "terlarang" dari platformnya.
Durov, pengusaha teknologi kelahiran Rusia yang kini memegang paspor Prancis dan Uni Emirat Arab, telah lama berselisih dengan pemerintah Moskow terkait upaya mereka memperketat kendali atas internet. Telegram menjadi salah satu platform komunikasi utama di Rusia, namun otoritas berulang kali berupaya memblokir aksesnya demi menekan Durov menyerahkan data pengguna atau mendorong warga beralih ke layanan alternatif yang didukung negara.
Selain kasus ini, Durov juga menghadapi masalah hukum lain terkait tuduhan penyebaran konten ilegal di Telegram. Sebelumnya, Duroh mendirikan VKontakte atau "Facebook-nya Rusia" namun dipaksa keluar dari perusahaan tersebut saat tekanan otoritas Moskow meningkat pada pertengahan 2010-an. Belum ada tanggapan langsung dari Durov maupun pihak Telegram.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.50
46 Orang Ditangkap Kasus Terorisme, Pemerintah Ungkap Peran Pengusaha
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 09.43
Rusia Tiba-tiba Hendak Tangkap Miliarder Pendiri Telegram Pavel Durov, Ini Alasannya
Berita terkait
Rusia Keluarkan Perintah Penangkapan, Bos Telegram Acungkan Jari Tengah
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 18.05
CEO Telegram Pavel Durov Resmi Jadi Buronan Internasional Rusia
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 15.00
Pemilik Telegram Diburu Anak Buah Vladimir Putin
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 07.10
Turki Pilih Mendekat ke AS Dibandingkan Rusia
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 21.40