Menteri Jumhur Harap Negara Besar Tanggung Jawab Pulihkan Lingkungan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mendesak negara maju dengan ekonomi besar untuk bertanggung jawab atas emisi global dan polusi dalam pertemuan Menteri Lingkungan negara BRICS di New Delhi. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati tinggi—termasuk 23% mangrove dan 10% spesies karang dunia—sangat rentan terhadap kenaikan permukaan laut dan cuaca ekstrem yang mengancam pembangunan nasional.
Sebagai langkah mitigasi, Indonesia menerapkan Rencana Adaptasi Nasional 2026-2030 untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045. Menteri Jumhur menekankan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal, seperti sistem Subak di Bali, Sasi Lompa di Maluku, dan Awig-Awig, sebagai alat ampuh untuk adaptasi iklim dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan berbasis masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.31
Menteri Jumhur Berharap Negara Besar Ikut Bertanggung Jawab Pulihkan Lingkungan
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 08.19
Di India, Jumhur Singgung Negara Maju yang Tak Mau Pulihkan Lingkungan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 03.29
Indonesia Dorong Adaptasi Iklim dan Kearifan Lokal dalam Pertemuan BRICS
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 00.33
Jumhur Dorong Kearifan Lokal Jadi Solusi Krisis Iklim di BRICS
Berita terkait
Indonesia Bawa Praktik Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat ke Forum BRICS
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.38
Jumhur Terima Utusan Khusus China, Sepakati Kerja Sama Perlindungan Iklim
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 08.21
Jumhur di BRICS, Negara Penghasil Emisi Besar Diminta Tak Lepas Tangan
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 08.40
Menteri Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggung Jawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 01.00