Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para astronom berhasil memperoleh gambar beresolusi tinggi permukaan Matahari menggunakan Teleskop Matahari Daniel K. Inouye di Hawaii. Gambar tersebut memperlihatkan pola pusaran plasma panas yang mirip gelombang air, yang merupakan deteksi pertama fenomena instabilitas Kelvin-Helmholtz (KHI) di permukaan sebuah bintang. Pusaran plasma ini berukuran antara 19 hingga 170 kilometer, terbentuk dari gas yang dipanaskan hingga suhu sekitar 5.450 derajat Celsius. Penelitian ini diterbitkan di jurnal Nature dan dikemalkan oleh Friedrich Woger dari National Solar Observatory NSF.
KHI terjadi ketika dua aliran gas atau cairan bergerak dengan kecepatan berbeda, menciptakan pola melingkar dan ikal yang tidak acak. Fenomena ini sudah dikenal di Bumi dan atmosfer planet raksasa seperti Jupiter, namun keberadaannya di permukaan Matahari memberi wawasan baru tentang dinamika magnetik dan energi yang memicu ledakan Matahari. Ledakan semacam ini dapat mengganggu satelit, sistem navigasi GPS, jaringan listrik, dan komunikasi global di Bumi.
Penemuan ini membuka kemungkinan baru untuk memahami bagaimana Matahari menyalurkan energi ke atmosfernya, termasuk proses yang menyebabkan suhu atmosfer luar Matahari menjadi sangat panas. Gerakan memilin yang dihasilkan oleh KHI juga berpotensi menjelaskan pelepasan massa korona dan semburan Matahari. Para peneliti juga menyorati kemiripan visual antara pola Matahari dengan lukisan 'The Starry Night' karya Van Gogh dan 'The Great Wave off Kanagawa' karya Hokusai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 11.15
Potret Tertajam Matahari Pecahkan Misteri Puluhan Tahun
Berita terkait
Bintik Matahari Raksasa Tahun 1947 Ungkap Potensi 'Superflare' Sekali dalam Seabad
Detik.com · 23 September 2026 pukul 13.45
Matahari Pernah Menelan Planet Super-Earth? Ini Temuan Terbaru Ilmuwan
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.00
Rahasia Erupsi Matahari Terungkap! Armada 17 Wahana Antariksa Temukan Fenomena Aneh
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 10.30
Mengapa Luar Angkasa Gelap meski Ada Matahari dan Bintang? Ini Penjelasan NASA
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 21.35