APJII: Internet Indonesia Bukan Lagi Soal Akses, tapi Kualitas dan Keamanan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tantangan pengembangan internet di Indonesia kini mengalami pergeseran prioritas. Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif, menyampaikan bahwa pembangunan konektivitas tidak lagi cukup hanya berfokus pada perluasan jangkauan jaringan. Pemerintah dan industri internet kini harus memastikan koneksi yang terjangkau, berkualitas tinggi, serta aman guna mendukung pemerataan manfaat transformasi digital bagi seluruh lapisan masyarakat.
Perubahan fokus tersebut sejalan dengan terus meningkatnya angka penetrasi internet secara signifikan di tanah air. Berdasarkan data hasil survei APJII, jumlah pengguna internet di Indonesia tercatat mencapai 79,5 persen atau sekitar 221 juta jiwa pada tahun 2024. Tingkat penetrasi ini terus mengalami peningkatan hingga mencapai 81,72 persen atau mencakup sekitar 235 juta pengguna pada tahun 2026.
Pertumbuhan pesat ini menunjukkan bahwa akses internet telah menjadi kebutuhan krusial yang sulit dipisahkan dari aktivitas harian masyarakat. Pemanfaatannya mencakup berbagai sektor penting seperti ekonomi, komunikasi, pendidikan, hiburan, hingga adopsi kecerdasan buatan (AI). APJII terus berkomitmen membangun ekosistem digital nasional yang kuat dan kolaboratif agar konektivitas berkualitas menjadi fondasi utama kemajuan teknologi Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 21.16
Rayakan HUT ke-30, APJII Komitmen Wujudkan Internet Berkualitas dan Merata
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 21.00
Komdigi Sebut Indonesia Tak Boleh Hanya Jadi Pasar Internet Global
Berita terkait
Menilik 3 Dekade Transformasi Gaya Hidup Digital di Indonesia
Detik.com · 14 September 2026 pukul 19.35
Rusia Tawarkan Satelit dan AI ke Indonesia, Pengamat Ingatkan Jangan Cuma Jadi Pengguna
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 20.50
OJK Catat Kredit Bank Tumbuh 13,65%, DPK Naik 10,94%
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 17.41
Kian Pentingnya AI Agent di Dunia Bisnis, Mengubah Cara Kerja Perusahaan
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 17.00