Ramai-Ramai Warga Tolak Data Center, Pemerintah Akhirnya Menyerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gelombang penolakan keras warga di Texas, AS terhadap pembangunan data center akhirnya memaksa pemerintah membalikkan kebijakan. Data center dituduh merugikan masyarakat melalui penyalaan listrik, pengurasan air bersih, dan pencemaran lingkungan. Tekanan publik menjelang pemilihan paruh waktu memaksa Gubernur Greg Abbott dan Jaksa Agung Ken Paxton secara mendadak menarik dukungan terhadap industri AI, membatalkan insentif pajak, dan membatasi ekspansi di wilayah perdesaran. Pemilih hanya 30% setuju data center di komunitas mereka karena tidak memberikan timbal balik yang sepadan. Sekor gugur modal teknologi lebih dari US$300 juta untuk merayu pemilih namun gagal mengalahkan soliditas perlawanan lintas partai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 20.47
SSIA Bidik Penjualan 10 Hektare Lahan Data Center di Karawang
Detik.com · 7 September 2026 pukul 12.00
Koster Dorong Kemajuan AI Berjalan Beriringan dengan Budaya Bali
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 20.57
Kampanye Pemilu AS 2026 Langgar Aturan OpenAI demi Iklan Politik AI
Detik.com · 6 September 2026 pukul 10.10
Hak Pilih di Era Deepfake: Siapa Menjamin Kedaulatan Rakyat?
Berita terkait
Kapasitas Pusat Data RI Diproyeksi Tembus 1,6 GW pada 2027
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 15.45
Kiamat Air Gara-Gara AI: Mitos atau Fakta?
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 07.26
Petani Tolak Uang Rp 472 Miliar, Tak Sudi Lahan Dibangun Data Center
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.40
Nge-Prompt AI Sedot Triliunan Liter Air, Bikin Sejumlah Daerah Kekeringan
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 17.52