Di PBB, Menkomdigi Meutya Hafid Soroti Perlindungan 70 Juta Anak Indonesia di Tengah Pesatnya AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menkomdigi Meutya Hafid menekankan pentingnya perlindungan bagi sekitar 70 juta anak Indonesia dalam ekosistem digital yang dipengaruhi kecerdasan artifisial (AI). Hal ini disampaikan dalam forum PBB di New York guna memastikan keselamatan dan hak anak terjamin sejak awal pengembangan teknologi, bukan setelah risiko muncul.
Meutya menyatakan bahwa meskipun AI bermanfaat bagi pembelajaran dan kreativitas, tanggung jawab keselamatan anak tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada algoritma. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, platform teknologi, orang tua, dan komunitas internasional melalui Global Coalition for Children’s Rights and Protection in the Age of AI.
Sebagai langkah konkret, koalisi meluncurkan roadmap 2026-2027. Agenda utamanya meliputi penguatan privasi sejak tahap perancangan, peningkatan akuntabilitas, pengembangan standar pengujian, literasi AI, serta penanganan penyalahgunaan AI untuk materi kekerasan seksual anak dan deepfake.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 16.40
Pengusaha Kaya Harta Rp 57 Triliun Pakai Kaos Bekas Harga Segini
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 16.10
Tanda Otak Manusia Makin Tumpul, Ilmuwan Bunyikan Alarm Bahaya
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.20
Golongan Orang China Ini Dilarang Keras ke Luar Negeri, Tak Ada Ampun
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 14.00
Daftar Negara dengan Adopsi Penggunaan AI Terbesar, Ada Indonesia?
Berita terkait
Menkomdigi hadiri forum PBB tentang perlindungan anak dari risiko AI
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 13.59
Menkomdigi: 70 Juta Anak Indonesia Perlu Dilindungi dari Risiko AI
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 19.56
Eropa Berencana Melarang Anak di Bawah Usia 15 Tahun Menggunakan Chatbot AI
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 18.41
Trump Bilang Raksasa AI Sepakat Regulasi Mandiri
Detik.com · 30 September 2026 pukul 18.09