Dituduh Antek Militer China, Raksasa Chip CXMT Gugat Pentagon
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Produsen memori chip asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), menggugat Departemen Pertahanan AS (Pentagon) untuk menghapus statusnya dari daftar hitam entitas militer China. Pentagon menetapkan CXMT sebagai perusahaan yang berafiliasi dengan militer Partai Komunis China pada Januari 2025, keputusan ini diperpanjang pada Juni 2026. CXMT menolak label tersebut dan menegaskan seluruh produknya dirancang untuk aplikasi komersial dan sipil sesuai standar JEDEC.
Akibat pengenaan sanksi, CXMT mengaku mengalami kerugian komersial dan reputasi yang signifikan. Dalam gugatan, perusahaan menyatakan telah berkolaborasi dengan Pentagon selama lebih dari setahun, bahkan pernah mendapat konfirmasi penghapusan dari daftar militer pada awal 2026, namun keputusan tersebut tiba-tiba dicabut oleh otoritas AS.
Meski terhalang di pasar AS, bisnis CXMT justru tengah berkembang pesat. Dukungan tinggi untuk pusat data kecerdasan buatan (AI) dan harga memori tradisional yang mahal mendorong pendapatan CXMT naik 874% pada paruh pertama 2026. Chip mereka menjadi alternatif murah yang banyak dipilih untuk modul DRAM. Namun, CXMT juga menghadapi kontroversi terkait dugaan eksploitasi IP Samsung dalam proses R&D.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 15.45
Raksasa Kebanggaan China Masuk Daftar Hitam, Begini Responsnya
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 04.29
Produsen Chip CXMT Gugat Pentagon Soal Daftar Militer China
Berita terkait
Trump Mau Patok Tarif Baru buat Chip-Laptop Asal China
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 08.01
Trump Siapkan "Bom" Baru, Dunia Tak Dibiarkan Tenang
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 06.30
Xiaomi Siapkan Chip XRING O3, Bakal Bawa Performa di Atas 4 GHz
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 11.19
Indonesia–China Bentuk Kelompok Kerja AI dan Semikonduktor, Perkuat Transfer Teknologi Digital
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 14.30