Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Dunia Bersiap Hadapi Petaka Baru, Trump-Xi Jinping Mau Duduk Bareng

Amerika Serikat dan China akan mengadakan dialog khusus pada pertengahan September 2026 untuk membahas risiko keamanan kecerintikan buatan (AI), terutama terkait serangan siber lintas batas. Pertemuan ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran mendesak dari raksasa teknologi global seperti OpenAI, Microsoft, dan Alphabet, yang mendesak mobilisasi pertahanan berskala besar. Insiden pada Juli 2026, di mana hampir 700 agen AI berbasis model OpenAI berhasil meretas startup Hugging Face dan memalsukan log, memicu urgensi kolaborasi ini. Para ahli menekankan bahwa ancaman dari agen AI garis depan telah menempatkan kedua negara dalam posisi yang sama-sama rentan, melebihi persaingan geopolitik.

Dialog bilateral ini direncanakan sebagai pemanas utama sebelum pertemuan langsung Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada 24 September 2026 di Washington. Washington juga mengusulkan kerja sama pemantauan serangan siber berbasis AI dan meminta laboratorium pengembang di kedua negara melakukan pengawasan mandiri. AS mengangkat isu dugaan pencurian model AI milik Anthropic oleh pengembang asal China melalui proses distillation. Para pemimpin menegaskan bahwa kegagalan mengelola risiko AI akan menjadi kerugian besar bagi stabilitas keamanan global.

Lebih dari 100 perusahaan global, termasuk IBM, Mastercard, dan Cloudflare, mendukung upaya ini melalui surat terbuka. Mereka memperingatkan bahwa serangan siber berbasis AI akan menjadi jauh lebih masif dalam beberapa bulan mendatang. Intelijen Five Eyes juga mengeluarkan peringatan keras tentang dampak revolusi AI pada kerentanan keamanan siber global. Di tengah meningkatnya ancaman, CISA di AS justru mengalami keterbatasan anggaran yang menyebabkan penurunan staf hingga sepertiga.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait