Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Amerika Mengaku Salah Bilang Banyak Korban China, Faktanya Berbeda

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengoreksi pernyataan sebelumnya terkait serangan siber yang diduga dilakukan kelompok peretas China bernama QTFY. Awalnya, Departemen Kehakiman AS (DOJ) menyebut Senat AS, Federal Reserve, NASA, dan beberapa lembaga lainnya sebagai korban serangan. Namun, dalam pernyataan yang diperbarui, DOJ menjelaskan bahwa bukan semua lembaga tersebut menjadi korban, melainkan hanya menjadi target. DOJ menegaskan bahwa perubahan dilakukan untuk memastikan akurasi pernyataan terkait penyitaan domain internet yang dilakukan terhadap kelompok peretas tersebut.

Berdasarkan laporan FBI, kelompok peretas QTFY telah menargetkan jaringan pemerintah AS sejak 2018, termasuk NASA, Departemen Energi, Departemen Kehakiman, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS), National Institutes of Health (NIH), dan Senat AS. Namun, tidak semua upaya peretasan berhasil. Misalnya, serangan terhadap NASA gagal karena pelaksanaan pembaruan keamanan (patching). Sebaliknya, FBI menuduh para peretas berhasil mencuri data dari tiga laboratorium nasional Departemen Energi, NIH, dan sebuah produsen perangkat keamanan AS pada September 2024.

Pemerintah AS juga menerbitkan imbauan keamanan siber bersama yang ditandatangani oleh FBI, National Security Agency (NSA), dan Cyber National Mission Force milik U.S. Cyber Command. Dokumen tersebut mencatat pencurian data dari kontraktor pertahanan, institusi keuangan, dan universitas yang tidak disebutkan namanya pada Mei 2024. Pada Maret 2026, kelompok peretas juga mencoba mengakses jaringan Senat AS dan sebuah rumah sakit AS, namun upaya tersebut gagal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait