Eks Bos Meta Kecam Zuckerberg Soal Keselamatan Anak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arturo Bejar, mantan direktur teknik Meta Platforms, bersaksi di pengadilan federal bahwa CEO Mark Zuckerberg memprioritaskan pertumbuhan dan interaksi di Facebook dan Instagram di atas keselamatan anak. Menurut Bejar, budaya perusahaan yang ditopang oleh Zuckerberg memastikan perubahan desain produk hanya terjadi jika langsung dipesan oleh CEO tersebut. Tuduhannya disampaikan dalam gugatan yang diajukan oleh 29 negara bagian, termasuk California, Colorado, Kentucky, dan New Jersey, yang menuduh Meta sengaja mendesain platform untuk menjerat pengguna muda, memicu kecemasan, depresi, dan bunuh diri. Negara-negara bagian juga menuduh Meta melanggar hukum federal dengan mengumpulkan data pribadi anak di bawah 13 tahun. Persidangan ini dianggap sebagai ujian hukum terbesar terkait dampak media sosial pada pengguna muda, dan diperkirakan berlangsung enam minggu di pengadilan Oakland, California. Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers akan memutuskan apakah Meta bersalah dan menentukan hukuman serta perubahan yang diperlukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 18.10
Benarkah Meta Pura-Pura Peduli Keselamatan Anak?
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 10.05
Remaja 15 Tahun Hentikan Gugatan Kecanduan Media Sosial terhadap Meta, Google, dan Snap
Berita terkait
Eks Karyawan Tuduh Zuckerberg Bohong Soal Keselamatan Anak di Medsos
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.15
Mantan Petinggi Meta Serang Mark Zuckerberg soal Keselamatan Anak
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.45
Meta dan Zuckerberg Sidang Kecanduan Medsos, Ancaman Denda Selangit
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.17
Sidang Gugatan Meta: Riset Internal Ungkap 1 dari 5 Remaja Merasa Buruk usai Pakai Instagram
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.43