Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa Dahsyat NTT Bawa Ancaman Permanen, Pakar Beri Peringatan

Gempa bumi berkekuatan M 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB, dengan pusat gempa berada di kedalaman dangkal 15 kilometer. Gempa ini berpotensi memicu tsunami minor di pesisir utara Flores dan Kepulauan Selayar, serta menyebabkan kerusakan bangunan yang cukup luas. Daryono dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) menjelaskan bahwa gempa ini terkait erat dengan aktivitas Sesar Naik Belakang Busur Flores, sebuah patahan aktif yang melintang dari utara Bali hingga perairan Wetar. Sesar ini terbentuk akibat kompresi tektonik Lempeng Indo-Australia yang bergeser di bawah Lempeng Eurasia.

Karakteristik gempa dangkal dan mekanisme patahan jenis thrust faulting menjadi penyebab utama deformasi vertikal pada dasar laut, yang pada gilaknnya memicu gelombang tsunami. Daryono menegaskan bahwa Sesar Naik Flores memiliki tingkat kerentanan tinggi akibat akumulasi regangan selama bertahun-tahun. Pelepasan energi sebesar M 7,7 ini sekaligus memvalidasi estimasi magnitudo maksimum yang dimiliki oleh segmen busur belakang NTT. Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 dari PUSGEN, laju pergeseran dan potensi magnitudo setiap segmen Sesar Naik Flores berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan.

Sejarah telah membuktikan bahwa Sesar Naik Flores tidak sekali-kali menyebabkan gempa besar dan tsunami, tetapi justru berulang kali memicu bencana yang mematikan di wilayah Bali hingga Nusa Tenggara. Daryono menekankan bahwa meskipun tidak ada teknologi yang dapat memprediksi waktu pasti terjadinya gempa, ancaman dari sesar ini bersifat permanen. Oleh karena itu, penting dilakukan upaya mitigasi yang nyata, seperti sosialisasi, edukasi, dan pembangunan bangunan tahan gempa, agar masyarakat dapat hidup lebih aman dan harmonis dengan alam.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait