Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sejarah Gempa Dahsyat di Bali hingga Nusa Tenggara Akibat Sesar Naik Flores

Gempa berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) pagi, dengan pusat gempa di Kota Mbay, Kabupaten Nageo, Pulau Flores. Gempa ini diduga disebabkan oleh aktivitas Sesar Naik Flores, sistem sesar yang terletak di dasar laut di sebelah utara Pulau Flores dan memanjang hingga ke wilayah Sumbawa, Lombok, dan Bali. Menurut Daryono dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), sebaran episentrum gempa utama dan gempa susulan membentuk kluster paralel dengan jalur Sesar Naik Flores, menunjukkan kaitan erat dengan aktivitas sesar tersebut.

Sesar Naik Flores telah memicu beberapa gempa kuat dan tsunami dalam sejarah. Catatan tercatat meliputi gempa M 7,0 pada 22 November 1815 yang memicu tsunami di Bali utara dan Lombok, gempa M 7,5 di Bima pada 28 November 1836, gempa M 7,0 pada 13 Mei 1857, gempa M 6,6 di Seririt, Bali, pada 14 Juli 1976 yang menyebabkan 559 korban jiwa dan 67.419 rumah rusak, hingga gempa M 7,8 di Flores pada 12 Desember 1992 yang menelan lebih dari 2.500 korban jiwa. Daryono menegaskan bahwa catatan gempa dan tsunami masa lalu ini membuktikan aktivitas Sesar Naik Flores yang masih berpotensi menimbulkan ancaman di masa depan.

Daryono mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman gempa dan tsunami akibat Sesar Naik Flores, yang dianggap sebagai ancaman permanen di kawasan utara Bali hingga Nusa Tenggara. Ia juga menekankan pentingnya mitigasi bencana yang tepat, termasuk pembangunan yang tahan gempa, untuk mengurangi dampak kerusakan dan korban jika terjadi gempa besar di masa mendatang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait