Hacker Bobol Data 8,8 Juta Orang di Sistem Pemerintah Denmark
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peretas berhasil menerobos sistem registrasi nasional Denmark (CPR) dan mengakses data pribadi sekitar 8,8 juta orang, termasuk nama, alamat, dan nomor CPR. Insiden ini diungkapkan oleh Kementerian Urusan Digital Denmark pada Senin (5/10). Data yang terdampak meliputi warga yang telah meninggal dunia atau pindah ke luar negeri. Registrasi nasional Denmark mencatat informasi sekitar 11 juta orang, melebihi jumlah penduduk saat ini yang sekitar enam juta jiwa.
Menteri Urusan Digital Denmark Christina Egelund menyatakan bahwa ini adalah insiden yang sangat serius. Pemerintah tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menilai dampak penuh dari kebocoran data ini. Menurut pihak pemerintah, peretas masuk ke sistem melalui sebuah perusahaan Denmark yang memiliki akses resmi ke basis data tersebut. Peretas terlebih dahulu meretas perusahaan itu sebagai jalan masuk.
Pemerintah menyatakan bahwa akses perusahaan yang dimaksud belum dicabut, namun penyelidikan terhadap insiden ini telah dimulai. Investigasi bertujuan untuk memetakan cakupan penuh insiden dan mengidentifikasi seluruh dampak yang ditimbulkan oleh akses ilegal ke data sensitif ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 4 Oktober 2026 pukul 17.27
5 data pribadi yang jangan dibagikan di medsos
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 19.22
Data Pribadi Meutya Hafid Diduga Bocor dan Dijual, DPR: Harus Ditanggapi secara Serius
Berita terkait
KTP atau Data Pribadi Bocor di Internet? Inilah Cara Mengantisipasinya
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 16.45
Data Pribadi Warga Terus Bocor, Pakar Ungkap Masalah yang Tak Terlihat di Balik Layar
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 16.30
Kebocoran Data Lama Kembali Beredar, Komdigi Investigasi Pengedar Data Pribadi Ilegal
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 16.15
Masuk Gedung Diminta KTP dan Difoto Langgar Undang-Undang, Waspada!
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.30