Ilmuwan Ungkap Bumi Bisa Layak Huni Meski Matahari Mati
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian terbaru menunjukkan Bumi mungkin tidak langsung musnah saat Matahari mati, meski tidak lagi layak huni. Studi yang dikutip dari Phys.org mengungkapkan nasib Bumi bergantung pada keseimbangan antara tarikan gravitasi dan kehilangan massa bintang ketika Matahari memasuki fase raksasa merah.
Sekitar 5 miliar tahun lagi, Matahari kehabisan bahan bakar hidrogen dan mengembang menjadi raksasa merah hingga ratusan kali lipat. Saat itu Matahari kehilangan massa sehingga gravitasinya melemah, sementara gaya pasang surut menarik Bumi lebih dekat. Jika kehilangan massa lebih dominan, orbit Bumi terdorong menjauh. Model terbaru menunjukkan Bumi berpotensi lolos dari ditelan Matahari, yang dulu dianggap hampir pasti.
Namun, bahkan jika selamat secara fisik, Bumi sudah tidak mendukung kehidupan jauh sebelumnya. Peningkatan energi Matahari menaikkan suhu Bumi. Dalam sekitar 1 miliar tahun, lautan menguap dan efek rumah kaca tak terkendali membuat planet seperti Venus. Kehidupan kemungkinan besar punah sebelum fase akhir Matahari. Penelitian ini memperbarui pemahaman evolusi bintang dan nasib planet. Tidak semua planet hancur otomatis, hasil bergantung interaksi fisika kompleks. Keselamatan Bumi hanya fisik, bukan biologis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.30
Bumi Bisa Layak Huni 9 Kuadriliun Tahun Lagi, Ini Syaratnya
Berita terkait
BMKG: Gempa NTT Magnitudo 7,7 Akibat Sesar Naik Busur Belakang Flores
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 09.28
Bumi Ternyata Tidak Mengelilingi Matahari, NASA Ungkap Fakta Baru
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 18.00
Rencana Gila Ilmuwan Agar Bumi Terhindar dari Kiamat
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 11.15
Saat Raja Ritel Indonesia Tumbang, Diambil Alih Keluarga Konglomerat
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 18.45