Rencana Gila Ilmuwan Supaya Bumi Terhindar dari Kiamat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Astronomy & Astrophysics pada Juni 2026 menunjukkan bahwa peluang Bumi untuk bertahan saat Matahari mengembang menjadi raksasa merah sekitar 5 miliar tahun lagi lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Para ilmuwan menggunakan model interaksi bintang yang menua dengan planet, dan menemukan bahwa gaya gravitasi yang menarik Bumi ke arah Matahari justru lebih lemah dibandingkan model lama. Hal ini memberi Bumi lebih banyak waktu untuk bergerak menjauh ketika Matahari melepas lapisan luarnya.
Nasib Bumi bergantung pada keseimbangan antara dua efek: gaya pasang surut gravitasi yang menarik planet ke arah dalam, dan hilangnya massa Matahari akibat angin bintang yang kuat yang mendorong planet ke orbit yang lebih jauh. Jika interaksi pasang surut mendominasi, Bumi akan tertelan. Jika hilangnya massa mendominasi, Bumi akan lolos ke orbit yang lebih luas. Studi ini menggunakan data dari bintang raksasa merah L2 Pup yang memiliki massa mirip Matahari.
Hasilnya menunjukkan bahwa Merkurius dan Venus dipastikan akan tertelan oleh Matahari yang mengembang. Namun, Bumi dan Mars diperkirakan dapat bertahan melewati fase raksasa merah dan akhirnya mengorbit lebih jauh di sekitar sisa Matahari yang berubah menjadi katai putih. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa nasib akhir Bumi masih belum dapat dipastikan karena laju hilangnya massa Matahari pada fase akhir kehidupannya belum dapat diamati secara presisi. Bagi manusia, temuan ini lebih bersifat akademis karena Matahari akan terus memanas sehingga Bumi tidak layak huni sekitar 1 miliar tahun lagi, jauh sebelum fase raksasa merah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 21.35
Mengapa Luar Angkasa Gelap meski Ada Matahari dan Bintang? Ini Penjelasan NASA
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.45
Mengintip Takdir Akhir Matahari Melalui Daur Ulang Bintang Mati di Nebula Helix
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 21.19
Bulan Terus Menjauh dari Bumi, Seberapa Besar Dampaknya?
Berita terkait
Ilmuwan Ungkap Bumi Bisa Layak Huni Meski Matahari Mati
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 22.17
NASA Bagikan Wujud Matahari dari Jarak Dekat, Ada Fenomena Tak Terduga
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 09.30
Fakta-Fakta Bulan Kian Menjauhi Bumi, Dampaknya Dirasakan Manusia
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 10.30
Bumi Bisa Layak Huni 9 Kuadriliun Tahun Lagi, Ini Syaratnya
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.30