Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rencana Gila Ilmuwan Supaya Bumi Terhindar dari Kiamat

Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Astronomy & Astrophysics pada Juni 2026 menunjukkan bahwa peluang Bumi untuk bertahan saat Matahari mengembang menjadi raksasa merah sekitar 5 miliar tahun lagi lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Para ilmuwan menggunakan model interaksi bintang yang menua dengan planet, dan menemukan bahwa gaya gravitasi yang menarik Bumi ke arah Matahari justru lebih lemah dibandingkan model lama. Hal ini memberi Bumi lebih banyak waktu untuk bergerak menjauh ketika Matahari melepas lapisan luarnya.

Nasib Bumi bergantung pada keseimbangan antara dua efek: gaya pasang surut gravitasi yang menarik planet ke arah dalam, dan hilangnya massa Matahari akibat angin bintang yang kuat yang mendorong planet ke orbit yang lebih jauh. Jika interaksi pasang surut mendominasi, Bumi akan tertelan. Jika hilangnya massa mendominasi, Bumi akan lolos ke orbit yang lebih luas. Studi ini menggunakan data dari bintang raksasa merah L2 Pup yang memiliki massa mirip Matahari.

Hasilnya menunjukkan bahwa Merkurius dan Venus dipastikan akan tertelan oleh Matahari yang mengembang. Namun, Bumi dan Mars diperkirakan dapat bertahan melewati fase raksasa merah dan akhirnya mengorbit lebih jauh di sekitar sisa Matahari yang berubah menjadi katai putih. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa nasib akhir Bumi masih belum dapat dipastikan karena laju hilangnya massa Matahari pada fase akhir kehidupannya belum dapat diamati secara presisi. Bagi manusia, temuan ini lebih bersifat akademis karena Matahari akan terus memanas sehingga Bumi tidak layak huni sekitar 1 miliar tahun lagi, jauh sebelum fase raksasa merah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait