Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Teknologi, Meutya Hafid Tegaskan Kepentingan Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama teknologi dengan Amerika Serikat melalui pembicaraan di Kementerian Komunikasi dan Digital. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa masuknya teknologi harus selaras dengan kepentingan nasional, termasuk pembuatan regulasi yang jelas untuk memberi manfaat kepasyarawatan. Topik utama pembicaraan meliputi pengembangan kecerdasan buatan (AI) berbasis risiko dan perlindungan anak di internet. Pemerintah sedang merancang tata kelola AI dengan pendekatan berbasis risiko, mengelompokkan penggunaan AI ke dalam kategori risiko tidak dapat ditoleransi, risiko tinggi, dan risiko rendah. Selain AI, juga dibahas tentang perlindungan anak di dunia maya dengan pendekatan yang mempertimbangkan usia pengguna serta tingkat risiko platform, alih-alih menerapkan larangan menyeluruh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 22.10
Indonesia Gandeng AS Kembangkan AI, Meutya: Teknologi Harus Tunduk Aturan
Berita terkait
New York Ikut Aturan RI, Dunia Ramai-Ramai Tolak Dikuasai
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.05
Bill Gates Usulkan Pajak Robot dan Label Pekerjaan Khusus Manusia
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 09.00
Komdigi Bicara RUU Hak Cipta Usai Google dan Motion Picture Menghadap
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 18.00
Dorong Negara Berkembang Jadi Pemain Utama Dalam Riset AI Global
JawaPos · 8 September 2026 pukul 22.15