Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Internet RI Masih Tertinggal, Komdigi Soroti 1.600 ISP

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti kualitas konektivitas internet Indonesia yang masih tertinggal, terutama dalam hal latensi jaringan. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menjelaskan bahwa masalah ini tidak hanya disebabkan oleh kurangnya infrastruktur, tetapi juga struktur pasar yang terlalu terfragmentasi. Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 1.600 Internet Service Provider (ISP), yang membuat pasar menjadi sangat terpecah dan sulit untuk dikelola secara efisien.

Berdasarkan data Speedtest Global Index dari Ookla pada Juli 2026, kecepatan download mobile Indonesia mencapai 80,33 Mbps dengan latensi 25 milidetik, menempati peringkat 83 dunia. Untuk fixed broadband, Indonesia mencapai 81,71 Mbps dengan latensi 16 milidetik, berada di peringkat 113 dunia. Dibandingkan dengan Singapura yang mencatat kecepatan fixed broadband 641,61 Mbps dan menjadi peringkat pertama dunia, konektivitas Indonesia jelas masih jauh di belakang.

Untuk menghadapi tantangan ini, Komdigi menyiapkan pendekatan baru dalam pengembangan dan pengaturan ekosistem digital. Fokus utama pemerintah meliputi perbaikan kegagalan pasar, konsentrasi pasar, asimetri informasi, dominasi data, dan perlindungan konsumen. Selain itu, Komdigi sedang mendesain ulang rencana induk infrastruktur digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang diproyeksikan mencapai USD 130 miliar per tahun, dengan sektor TI dan komunikasi tumbuh lebih dari 8% per tahun selama dekade terakhir.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait