Iran Serang Data Center Amazon, Data Pelanggan Hilang Permanen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setengah tahun setelah serangan militer Iran pada pusat data Amazon Web Services (AWS) di Bahrain dan Uni Emirat Arab pada Maret 2025, Amazon secara resmi mengakui bahwa sebagian data pelanggan telah hilang secara permanen. Menurut pembaruan pada 15 September, AWS tidak dapat memulihkan akses ke sumber daya dan data di tiga zona ketersediaan di Bahrain, sementara satu dari tiga zona di Uni Emirat Arab juga mengalami kehilangan data permanen. Serangan drone dan rudal Iran, yang dimulai pada 1 Maret dan dilanjutkan pada 1 April serta 24 Juli, menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur AWS yang melebihi kapasitas sistem redundansi regional. AWS telah menangguhkan penagihan pelanggan di wilayah terdampak dan memberikan kredit sebesar USD 150 juta setelah serangan awal. Perusahaan masih berusaha memulihkan dua zona ketersediaan tersisa di Uni Emirat Arab dan berjanji memberikan pembaruan lebih lanjut pada awal 2027.
Bagikan
Berita terkait
NVIDIA dan Google Bentuk Koalisi Baru, Ingin Pusat Data AI Lebih Cepat Dapat Listrik
JawaPos · 17 September 2026 pukul 23.15
Ledakan AI Bikin AS Ketar-ketir, Harus Siapkan US$110 Miliar untuk Kejar Listrik
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 19.07
Indonesia Dinilai Perlu Memiliki Sistem Energi yang Fleksibel
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 06.00
Pusat Data hingga Kendaraan Listrik Dorong Lonjakan Permintaan Energi di Indonesia
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 18.41