NVIDIA dan Google Bentuk Koalisi Baru, Ingin Pusat Data AI Lebih Cepat Dapat Listrik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

NVIDIA, Google, dan Emerald AI membentuk AI Energy Management Alliance (AEMA) untuk mengembangkan pusat data AI yang lebih fleksibel dalam penggunaan energi. Koalisi ini ingin membuat standar agar pusat data dapat menyesuaikan konsumsi listrik berdasarkan kondisi jaringan, memungkinkan pengalihan beban kerja, penggunaan energi penyimpanan, dan pengurangan konsumsi saat darurat. CEO Emerald AI Varun Sivaram menyatakan pusat data baru di AS dapat menunggu satu dekade untuk sambungan listrik, sementara rata-rata pemanfaatan jaringan hanya 50 persen. Dengan fleksibilitas ini, Amerika Serikat berpotensi menyediakan kapasitas 100 GW untuk pusat data fleksibel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 19.07
Ledakan AI Bikin AS Ketar-ketir, Harus Siapkan US$110 Miliar untuk Kejar Listrik
kumparan · 17 September 2026 pukul 15.11
CEO Nvidia Jensen Huang Tolak Regulasi AI, Manusia Masih Bisa Kontrol AI
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 08.00
Tak Cuma Perintah Suara, Gemini Live bakal Bisa Input Teks
Detik.com · 17 September 2026 pukul 07.45
Bos Nvidia Bantah Kiamat AI 2030: Kita Tidak Akan Mati
Berita terkait
Heboh Tren Foto 80-an Pakai ChatGPT, Ternyata Bikin Bumi Makin Panas
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 14.15
Manusia Rp2.900 Triliun Mau Investasi AI Data Center di Negeri Ginseng
CNBC Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 10.00
Indonesia Dinilai Perlu Memiliki Sistem Energi yang Fleksibel
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 06.00
Pusat Data hingga Kendaraan Listrik Dorong Lonjakan Permintaan Energi di Indonesia
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 18.41