Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Kekeringan RI Bukan Hanya Imbas El Nino, BMKG Ungkap Faktor Lain

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kekeringan di Indonesia tidak hanya disebabkan oleh fenomena El Nino, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dari skala global hingga lokal serta suhu perairan Indonesia. Menurut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, El Nino kuat tidak otomatis menyebabkan kekeringan dengan tingkat dan durasi yang sama di seluruh wilayah. Saat ini, El Nino di Indonesia berada pada kategori sangat kuat, namun dampaknya diperkirakan akan berkurang pada pertengahan Oktober ketika musim hujan mulai tiba. Faisal menekankan bahwa pengaruh El Nino relatif tidak signifikan saat musim hujan, tetapi dapat memperparah kondisi kekeringan saat terjadi pada musim kemarau.

Kondisi kekeringan yang diperparah oleh El Nino berpotensi berdampak negatif pada sektor pertanian, terutama terkait ketersediaan air. BMKG mengingatkan risiko gangguan fase pertumbuhan tanaman, penurunan produktivitas pertanian, hingga meningkatnya potensi puso akibat defisit air. Selain itu, fenomena ini juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penurunan kualitas udara akibat polutan, dan gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit akibat paparan suhu panas.

Untuk mengantisipasi dampak negatif tersebut, BMKG merekomendasikan langkah-langkah yang dapat dilakukan sejak dini, seperti penyesuaian pola tanam, pengelolaan irigasi yang lebih efisien, dan pemanfaatan informasi iklim sebagai dasar pengambilan keputusan di sektor pertanian. Dengan persiapan yang tepat, dampak kekeringan dapat diminimalkan meskipun El Nino masih berlangsung.

Peristiwa ini diliput 4 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait