Kesaksian Bos Instagram, Fitur 'Take a Break' Jarang Dipakai Remaja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

CEO Instagram Adam Mosseri memberikan kesaksian dalam persidangan terkait gugatan 29 negara bagian AS terhadap Meta. Ia membantah tuduhan bahwa perusahaan sengaja menunda pengaktifan fitur 'Take a Break' sebagai setelan default untuk remaja selama hampir tiga tahun setelah peluncuran pada 2021. Mosseri menjelaskan bahwa meskipun lebih dari 90 persen remaja yang mengaktifkan fitur tersebut tetap menggunakannya, sebagian besar remaja tidak menginginkan fitur perlindungan penggunaan ini secara manual. Direktur Desain Produk Instagram Francesco Fogu sebelumnya juga memberikan kesaksian bahwa timnya mengetahui jumlah pengguna yang akan mengaktifkan fitur akan lebih sedikit jika tidak dijadikan setelan default. Fogu juga mengakui bahwa timnya mempresentasikan data pada 2023 menunjukkan remaja melihat konten berbahaya seperti kekerasan dan seksual 1,5 kali lebih banyak dibandingkan pengguna dewasa, namun presentasi tersebut diduga dihapus.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 23.21
Bayar Ganti Rugi US$ 16,7 Miliar, Meta Batasi Jam Malam Remaja di Instagram dan Facebook
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 16.10
Meta Sepakati Aturan Baru untuk Remaja Setelah Kasus Keselamatan Anak
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 11.45
Instagram dan Facebook Berubah Total, Ada 'Jam Malam'
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 08.05
Pemilik Instagram Akui Kejahatan ke Anak, Tebus Dosa Rp 296 Triliun
Berita terkait
Induk Facebook-Instagram Digugat Rp22.900 Triliun, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.44
Meta Dituduh Cuma Cari Cuan, Abaikan Keselamatan Anak di Medsos
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 09.45
Sidang Gugatan Meta: Riset Internal Ungkap 1 dari 5 Remaja Merasa Buruk usai Pakai Instagram
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.43
Meta Akui Algoritma AI Bikin Pengguna Makin Betah di Instagram
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 20.35