Kisah Dai Zheng Bawa China ke Era Roket Pakai Ulang, Saingi Elon Musk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dai Zheng, wakil manajer umum LandSpace, berhasil memimpin pengembangan roket Zhuque-3 yang mampu mendaratkan pendorong tahap pertama di darat pada 19 Agustus 2026. Pencapaian ini menandai pertama kalinya perusahaan swasta China mampu mendaratkan roket kelas orbital, sebuah teknologi yang sebelumnya dipelopori oleh SpaceX milik Elon Musk untuk memangkas biaya perjalanan luar angkasa.
Perjalanan Dai dimulai saat ia meninggalkan karier mapan di BUMN China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT) pada 2016 demi bergabung dengan LandSpace. Setelah melalui berbagai kegagalan, termasuk insiden jatuh dan terbakar pada Desember 2025, tim Dai berhasil menyempurnakan manuver pendaratan. Saat ini, LandSpace menargetkan Zhuque-3 dapat digunakan kembali hingga 20 kali guna meningkatkan daya saing antariksa China di kancah global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.05
China Bilang Amerika Cuma Gertak, Tuduh Ada Motif Tersembunyi
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 16.55
China Buat Aturan Pembatasan Perjalanan, Termasuk Larangan ke Luar
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 09.30
China Respons Seruan Perlambat AI, Sebut Cuma Gertak Sambal
Berita terkait
Insiden Langka, Roket China Meledak Tak Lama Setelah Lepas Landas
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.05
Roket China Meledak Dahsyat 85 Detik Setelah Meluncur
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 06.45
China Tolak Seruan Bos Teknologi AS untuk Perlambat Pengembangan AI
Detik.com · 15 September 2026 pukul 11.15
Bikin Takjub, Terowongan Kereta Cepat Bawah Air Lagi Dibangun
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 11.45