Komdigi Godok Tata Kelola Hak Cipta Jurnalistik di Era AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310231/original/004195900_1785310805-Komdigi_Nezar.jpg)
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menggodok tata kelola hak cipta di era digital untuk melindungi karya jurnalistik dari dampak pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI). Langkah ini ditandai dengan audiensi antara Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, dan Managing Director News Google Asia Pacific, Kate Beddoe, di Jakarta. Pertemuan membahas isu-isu krusial seperti pelindungan konten jurnalistik, penggunaan konten untuk pelatihan model AI, dan model kerja sama antara platform digital dan penerbit media.
Nezar Patria menjelaskan bahwa penetrasi AI telah memicu guncangan serius pada ekosistem media, dengan beberapa situs berita melaporkan kehilangan hingga 70% trafik kunjungan pembaca. Hal ini berdampak langsung pada pendapatan perusahaan pers. Untuk merespons, Komdigi berkomitmen memfasilitasi dialog lintas sektor agar aturan yang dihasilkan adil dan merata. Mereka akan menggelar pembahasan melibatkan Kementerian Hukum, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, perusahaan media, hingga pengelola platform digital.
Google dalam kesempatan itu menyuarakan pandangannya terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Cipta, termasuk batasan definisi karya jurnalistik dan legalitas pemanfaatan konten untuk AI. Google juga mengusulkan kerja sama business-to-business (B2B) sebagai alternatif fleksibel bersama Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Melalui regulasi ini, pemerintah berharap menciptakan payung hukum yang transparan, akuntabel, dan saling menguntungkan untuk melindungi hak cipta serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 20.20
Korban Baru AI, Sedot Isi Buku Langka Sampai Hancur Tak Bisa Dibaca
ANTARA News · 30 Juli 2026 pukul 11.30
Kemkomdigi cari keseimbangan pelindungan hak cipta di era AI
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 16.20
Ribuan Pegawai Google-Microsoft Surati DPR, Ingatkan Bahaya Besar
Berita terkait
Google Mau Diblokir, Semua Raksasa Dunia Kompak Berontak
CNBC Indonesia · 24 Juli 2026 pukul 16.45
Heboh Startup China Jadi Milik AS, Begini Nasibnya Sekarang
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 07.40
Produk China Ramai Diserbu Perusahaan AS, Begini Respons Xi Jinping
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 19.40
Zuckerberg Bela AI dari Isu Kiamat Lapangan Kerja: Tak Perlu Takut
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.25