Kemkomdigi cari keseimbangan pelindungan hak cipta di era AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Hak Cipta berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan industri teknologi, media, musisi, pembuat film, dan kreator digital di era kecerdasan artifisial (AI). Pengembangan AI menjadi tantangan baru, sehingga pemerintah menilai regulasi yang adil diperlukan bagi seluruh pelaku ekosistem digital. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan pentingnya mencari jalan tengah yang mengakomodasi semua kepentingan.
Diskusi mencakup pemanfaatan karya kreatif sebagai data pelatihan AI, yang menjadi isu panjang karena kekhawatiran penerbit dan industri kreatif terhadap perubahan pola konsumsi informasi. Pemerintah ingin memastikan perkembangan AI tetap berjalan sambil melindungi hak ekonomi kreator dan pemegang hak cipta. Masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Motion Picture Association Asia Pacific, menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kebijakan.
Saat ini, pembahasan RUU Hak Cipta berada di bawah koordinasi Kementerian Hukum, dengan Kemkomdigi terus memberikan masukan. Pemerintah tidak terburu-buru dan berusaha menciptakan keseimbangan melalui dialog, termasuk membahas revisi Undang-Undang Penyiaran untuk membedakan platform streaming dengan penyiaran konvensional demi menjawab perkembangan teknologi tanpa menghambat inovasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 14.59
Komdigi Siapkan RUU Hak Cipta Baru Demi Lindungi Media hingga Kreator
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 15.00
Komdigi Godok Tata Kelola Hak Cipta Jurnalistik di Era AI
Berita terkait
Dilindungi UU, Pelaku Industri Kreatif Diminta Hati - hati Gunakan Musik di Platform Digital
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 17.04
Pemerintah Kaji Pengaturan Konten AI dalam Revisi UU Hak Cipta
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.44
Bahlil Rilis Aturan Baru Soal Jasa Tambang, Ini Isi Lengkapnya
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 09.55
Raksasa Teknologi Terbelah soal AI, Bagaimana dengan Indonesia?
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 07.07