Konten Lama Bisa Menyesatkan, Komdigi Minta Masyarakat Lebih Kritis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dan kritis dalam menyikapi unggahan foto maupun video di media sosial. Imbauan ini dipicu oleh maraknya penyebaran ulang konten lama tanpa mencantumkan informasi waktu dan lokasi yang jelas. Penyebaran konten tanpa konteks yang tepat tersebut berpotensi memicu kesalahpahaman, memperkeruh suasana di ruang digital, serta membentuk persepsi publik yang keliru.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyampaikan bahwa penyampaian informasi merupakan hak warga negara yang dijamin undang-undang, namun harus dilakukan secara bertanggung jawab. Informasi tidak akurat dapat berdampak serius, seperti memicu keresahan masyarakat, memperdalam polarisasi, dan mengganggu ketertiban umum. Masyarakat diminta melakukan pengecekan tanggal publikasi serta membandingkan informasi dengan media tepercaya sebelum membagikannya.
Guna memastikan ruang digital tetap damai dan sehat, Komdigi berkomitmen untuk terus memantau perkembangan isu di media sosial. Selain itu, Komdigi memperkuat kolaborasi bersama kementerian, lembaga, platform digital, media massa, dan komunitas pemeriksa fakta untuk meningkatkan literasi digital masyarakat secara berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 22.00
Cermati Informasi di Ruang Digital, Jangan Terkecoh Konten Lama yang Beredar Kembali
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 15.57
Soal Isu Unjuk Rasa, Komdigi: Penyebaran Informasi Tak Sesuai Fakta Bisa Ganggu Ketertiban
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 17.01
Penyebaran Hoaks Marak, Sekjen Pasbata Minta Komdigi Patroli di Ruang Digital
JPNN.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.00
Ungkit Penegakan Hukum, Menko Polkam Cap Hoaks Konten Soal Demonstrasi Belakangan Ini
Berita terkait
Video Demo Lama Viral Lagi, Hati-hati Penggiringan Opini
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 13.03
KPI Usul Literasi Media dan Digital Masuk Kurikulum Sekolah
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 06.15
Konten Misleading Dinilai Lebih Berbahaya daripada Hoaks, Ini Alasannya
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.00
NASA Ungkap Fakta Gravitasi Bumi yang Menghilang
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 20.20