KPI Usul Literasi Media dan Digital Masuk Kurikulum Sekolah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Komisioner KPI Pusat Tulus Santoso menyoroti rendahnya literasi media dan digital masyarakat Indonesia, yang menyebabkan banyak orang tidak mampu memanfaatkan ruang digital secara optimal. Akibatnya, masyarakat rentan menjadi korban hoaks, penipuan, dan terjebak dalam echo chamber atau filter bubble. Selain itu, perilaku impulsif di media sosial justru memicu gangguan kesehatan mental. Tulus menekankan bahwa meskipun banyak orang tahu cara menggunakan internet dan media sosial, pemahaman mendalam tentang cara kerja algoritma, agenda setting, dan pengaruh media terhadap persepsi publik masih kurang. Oleh karena itu, ia mendesak agar literasi media dan digital diajarkan sejak dini, termasuk dalam kurikulum sekolah, agar generasi muda mampai menilai kualitas informasi dan menggunakan teknologi secara bijak. Dengan pendidikan yang tepat, diharapkan masyarakat dapat menjadi pengguna digital yang kritis dan bertanggung jawab.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 13.03
Video Demo Lama Viral Lagi, Hati-hati Penggiringan Opini
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 21.06
Bappisus Minta Warga Tak Asal Percaya Info di Medsos, Bicara AI-Deepfake
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 15.10
Pimpinan Komisi XIII Duga Ada Dalang di Balik Konten Hoaks Demonstrasi
Berita terkait
Konten Lama Bisa Menyesatkan, Komdigi Minta Masyarakat Lebih Kritis
JawaPos · 3 Agustus 2026 pukul 23.24
Cermati Informasi di Ruang Digital, Jangan Terkecoh Konten Lama yang Beredar Kembali
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 22.00
Soal Isu Unjuk Rasa, Komdigi: Penyebaran Informasi Tak Sesuai Fakta Bisa Ganggu Ketertiban
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 15.57
Konten Misleading Dinilai Lebih Berbahaya daripada Hoaks, Ini Alasannya
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.00