KPI Saran SE 2026 Gandeng Lembaga Penyiaran Perluas Jangkauan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisioner KPI Pusat Tulus Santoso menyarankan Badan Pusat Statistik (BPS) melibatkan lembaga penyiaran untuk memperluas sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. Ia menilai minimnya komunikasi publik dan maraknya hoaks di media sosial menjadi penyebab sebagian masyarakat belum mengetahui sensus tersebut. Tulus mengusulkan sosialisasi melalui iklan layanan masyarakat, program talkshow, hingga pesan dalam program hiburan agar masyarakat memahami tujuan sensus, mengenali petugas resmi, dan mengetahui data dijamin kerahasiaannya.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memastikan seluruh informasi masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai amanat undang-undang. NIK hanya diverifikasi melalui sistem Dukcapil untuk menjaga kualitas data statistik, bukan untuk kepentingan perpajakan. Petugas dilarang memfoto NIK, KTP, maupun kartu keluarga. BPS menegaskan kerja sama antara media penyiaran dan penyelenggara sensus penting untuk membangun kepercayaan publik dan meningkatkan partisipasi masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 13.59
KPI Usul BPS Libatkan Media Penyiaran untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 12.18
Sensus Ekonomi 2026 Perlu Kolaborasi dengan Media Penyiaran
Berita terkait
Data Sensus Ekonomi 2026 Bocor? Kepala BPS Bilang Begini
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.10
Ada Kemungkinan Data Sensus Ekonomi 2026 Bocor? Kepala BPS Bilang Begini
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 11.10
Jamin Keamanan Data, Kebijakan Tepat Sasaran Lewat Sensus Ekonomi 2026
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 12.00
BPS Manfaatkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat DTSEN
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 20.53