Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

BPS Manfaatkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat DTSEN

BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) berencana memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk memperkuat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini meningkatkan akurasi data kondisi sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Direktur Metodologi dan Sains Data BPS, Setia Pramana, menyatakan bahwa pemutakhiran data dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan penguatan metodologi pengolahan data. Integrasi data sensus diharapkan tidak hanya memotret kegiatan ekonomi, tetapi juga menangkap kondisi sosial ekonomi masyarakat secara komprehensif. Metode pemodelan Proxy Means Test (PMT) juga terus ditingkatkan untuk memperkuat ketepatan pengelompokan desil masyarakat dalam DTSEN. DTSEN bersifat dinamis karena status sosial ekonomi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pemutakhiran rutin diperlukan agar kebijakan pemerintah, terutama dalam penyaluran bantuan, tetap tepat sasaran. Berdasarkan penggunaan DTSEN, tercatat ada sekitar 4,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) baru yang kini terakomodasi. Pemerintah menargetkan pembangunan Dynamic Social Registry agar setiap perubahan kondisi ekonomi warga terekam secara otomatis, serta digitalisasi bansos direncanakan mulai diimplementasikan secara penuh pada awal 2027.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait