BPS Manfaatkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat DTSEN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) berencana memanfaatkan hasil Sensus Ekonomi 2026 untuk memperkuat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini meningkatkan akurasi data kondisi sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Direktur Metodologi dan Sains Data BPS, Setia Pramana, menyatakan bahwa pemutakhiran data dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan penguatan metodologi pengolahan data. Integrasi data sensus diharapkan tidak hanya memotret kegiatan ekonomi, tetapi juga menangkap kondisi sosial ekonomi masyarakat secara komprehensif. Metode pemodelan Proxy Means Test (PMT) juga terus ditingkatkan untuk memperkuat ketepatan pengelompokan desil masyarakat dalam DTSEN. DTSEN bersifat dinamis karena status sosial ekonomi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pemutakhiran rutin diperlukan agar kebijakan pemerintah, terutama dalam penyaluran bantuan, tetap tepat sasaran. Berdasarkan penggunaan DTSEN, tercatat ada sekitar 4,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) baru yang kini terakomodasi. Pemerintah menargetkan pembangunan Dynamic Social Registry agar setiap perubahan kondisi ekonomi warga terekam secara otomatis, serta digitalisasi bansos direncanakan mulai diimplementasikan secara penuh pada awal 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 19.37
BPS bakal manfaatkan Sensus Ekonomi untuk DTSEN
kumparan · 11 September 2026 pukul 22.00
Kemensos: Pemutakhiran DTSEN Bagian dari Penyempurnaan Penentuan Desil
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 21.56
BPS Ungkap Penentuan Desil dan Pengukuran Kemiskinan Mengkalkulasi Lebih dari 40 Variabel
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 20.30
BPS Bakal Manfaatkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Pemutakhiran Data Desil Masyarakat
Berita terkait
BPS Pertimbangkan Data Pajak untuk Akurasi Penerima Bansos
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.10
BPS: Data DTSEN Harus Mutakhir agar Tepat Sasaran
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.48
Jangan Salah Paham, Masuk DTSEN Desil 1-2 Tak Berarti Dapat Bansos
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.55
DTSEN Temukan 4,33 Juta Keluarga 'Tak Terlihat' Belum Kena Bansos
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.20