Jakarta · Sabtu, 15 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sensus Ekonomi 2026 Perlu Kolaborasi dengan Media Penyiaran

Penolakan masyarakat terhadap Sensus Ekonomi 2026 dinilai terjadi karena komunikasi publik yang kurang maksimal. Sosialisasi yang minim membuat kekhawatiran masyarakat meningkat, dan kondisi itu diperkeruh oleh berita hoaks di media sosial. Komisioner KPI Pusat, Tulus Santoso, menilai keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada petugas lapangan, tetapi juga pada komunikasi publik. Lembaga penyiaran seperti TV dan radio dapat membantu mengedukasi masyarakat, mencontoh sosialisasi masif yang dilakukan penyelenggara Pemilu sebelumnya.

Tulus mengusulkan Badan Pusat Statistik (BPS) melibatkan lembaga penyiaran karena jumlahnya mencapai ribuan dan jangkauannya hingga ke daerah. Media penyiaran juga masih menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat. Masyarakat perlu mengetahui cara mengenali petugas resmi, memahami tujuan sensus, dan menyadari bahwa data yang diberikan dijamin kerahasiaannya. Sosialisasi bisa dilakukan melalui iklan layanan masyarakat, program talkshow, bahkan disisipkan dalam program hiburan.

Menurut Tulus, data berkualitas hanya lahir dari informasi yang berkualitas. Media penyiaran berperan penting membangun kepercayaan masyarakat terhadap Sensus Ekonomi 2026. Partisipasi masyarakat dimulai dari pemahaman, dan pemahaman dibangun melalui informasi yang benar, berimbang, dan mudah dipahami. Karena itu, kolaborasi antara media penyiaran dan penyelenggara sensus menjadi sangat penting.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait