Krakatau 1883 Bikin Langit Dunia Berubah Warna, Ini Penjelasan Sains
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Letusan gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 di Selat Sunda menjadi salah satu bencana vulkanik paling mematikan dengan kekuatan setara 200 megaton. Bencana ini menyebabkan sekitar 36 ribu orang tewas dan 165 desa hancur, terutama akibat tsunami besar serta aliran gas panas. Dampaknya terasa secara global, di mana suhu rata-rata bumi menurun 0,6 derajat Celcius karena abu dan gas vulkanik menghalangi sinar matahari.
Kehadiran aerosol sulfat di atmosfer menciptakan fenomena optik unik yang mengubah warna langit di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Amerika. Matahari terbenam tampak merah menyala, ungu, bahkan kehijauan, sementara Bulan terlihat kebiruan. Fenomena atmosferik yang ekstrem ini diduga menginspirasi karya seni era Impresionis dan Pasca-Impresionis, termasuk lukisan 'The Scream' karya Edvard Munch.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 15.50
28 Insiden Gunung Meletus Dalam 24 Jam Terakhir, Cek Daftar Lengkapnya
Berita terkait
Letusan Krakatau 1883 Langsung Viral di Dunia, Kok Bisa?
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.45
Ketika Krakatau Memicu Kiamat Kecil: Dentuman Dahsyat yang Bikin Bulan Jadi Biru
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 11.08
Kisah Polisi Australia Bingung Mendengar Letusan Krakatau 1883
Detik.com · 9 September 2026 pukul 06.15
Kejadian Unik Saat Erupsi Anak Krakatau 2026 yang Luput dari Perhatian
Detik.com · 7 September 2026 pukul 18.02