Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Saat Raksasa Laut Terancam di Jalur Kapal, PIS Turun Tangan Pakai Teknologi Ini

Hiu paus, satwa laut terbesar di dunia yang hidup berdampingan dengan masyarakat pesisir di perairan Talisayan, Kalimantan Timur, kini menghadapi ancaman serius akibat risiko tabrakan dengan kapal di jalur pelayaran. Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), populasi hiu paus global telah mengalami penurunan lebih dari 50 persen, sehingga spesies ini dikategorikan sebagai Terancam Punah (Endangered). Dengan tingkat reproduksi yang sangat lambat, para ahli memperkirakan dibutuhkan hingga 100 tahun agar populasi hiu paus pulih kembali. Sebagai negara dengan habitat penting hiu paus, Indonesia memiliki peran strategis dalam upaya pelestarian. Di sisi lain, keberadaan hiu paus juga mendukung keseimbangan ekosistem laut dan membuka peluang ekonomi melalui wisata konservasi atau ecotourism di wilayah pesisir.

Untuk mendukung perlindungan hiu paus, PT Pertamina International Shipping (PIS) bekerja sama dengan NGO Konservasi Indonesia dalam program pelacakan menggunakan teknologi satellite tag. Pendekatan ini bertujuan untuk memahami pola pergerakan dan habitat penting hiu paus, sehingga area dengan potensi interaksi tinggi antara kapal dan hiu paus dapat diidentifikasi lebih awal. Data dari pelacakan ini memungkinkan para peneliti untuk melakukan mitigasi risiko tabrakan sebelum bahkan terjadi. Program ini disampaikan dalam Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 dan mencakup upaya di perairan Kepulauan Derawan.

Selain teknologi, PIS juga meningkatkan kesadaran dan kapasitas para pelaut agar dapat mengenali habitat hiu paus dan menerapkan praktik pelayaran yang aman. Menurut Capt. Marsel Williem, seorang pelaut PIS, informasi tentang keberadaan hiu paus membantu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi wilayah yang menjadi jalur migrasi spesies tersebut. Dengan pendekatan gabungan teknologi, pelatihan, dan kolaborasi, PIS berupaya meminimalkan risiko bagi hiu paus tanpa mengorbankan keselamatan atau efisiensi operasional pelayaran.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait