Mesti Tahu! Ini Rumitnya Faktor Angin Saat Hujan Abu Vulkanik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menimpa sejumlah wilayah di Indonesia. Menurut pakar vulkanologi ITB Dr. Eng. Ir. Mirzam Abdurrachman, abu vulkanik berbeda dari abu biasa karena mengandung silika (SiO2) dengan tingkat kekerasan 7 dan sangat ringan sehingga mudah terbang oleh angin. Prediksi penyebaran abu tidak sederhana karena tiap lapisan ketinggian kolom erupsi memiliki arah angin yang berbeda. Ilmuwan memodelkan tiga area: area bawah dekat kawah, area tengah, dan area atas, masing-masing dengan pola angin yang berbeda. Akibatnya, bahkan jika angin di dekat permukaan bertiup dari arah pengamat ke gunung, angin di ketinggian yang lebih tinggi bisa bertiup berlawanan sehingga wilayah tetap terkena hujan abu. Faktor musim juga memengaruhi arah angin penyebar abu, dengan musim kering dan musim hujan menunjukkan pola yang berbeda. BMKG melaporkan bahwa pada ketinggian 20.000 kaki, abu terbawa ke Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, sementara pada ketinggian 50.000 kaki, arahannya ke Lampung, Bengkulu, dan selatan Selat Sunda.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 11.50
Erupsi Gunung Merapi Bisa Picu Tsunami? Ini Penjelasan ESDM dan BMKG
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 11.38
Mendagri Minta Kepala Daerah Lindungi Masyarakat dari Abu Vulkanik
kumparan · 7 September 2026 pukul 11.30
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Arah Angin, dan Menanti Bandara Dibuka
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 10.04
Abu Anak Krakatau Menyebar, Pemda Diminta Bagikan Masker dan Siaga 24 Jam
Berita terkait
BPBD Ungkap Hujan Abu Vulkanik Anak Krakatau di Pandeglang Mulai Berkurang
Detik.com · 7 September 2026 pukul 11.07
Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik dengan Mudah, Cuma Lewat HP
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 09.33
BNPB Tegaskan Modifikasi Cuaca Digelar Sampai Luruhkan Abu Anak Krakatau
Detik.com · 7 September 2026 pukul 08.44
Gunung Anak Krakatau Siaga, Pemkot Tangsel Minta Warga Tenang dan Tetap Waspada
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 08.06