Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Mesti Tahu! Ini Rumitnya Faktor Angin Saat Hujan Abu Vulkanik

Hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menimpa sejumlah wilayah di Indonesia. Menurut pakar vulkanologi ITB Dr. Eng. Ir. Mirzam Abdurrachman, abu vulkanik berbeda dari abu biasa karena mengandung silika (SiO2) dengan tingkat kekerasan 7 dan sangat ringan sehingga mudah terbang oleh angin. Prediksi penyebaran abu tidak sederhana karena tiap lapisan ketinggian kolom erupsi memiliki arah angin yang berbeda. Ilmuwan memodelkan tiga area: area bawah dekat kawah, area tengah, dan area atas, masing-masing dengan pola angin yang berbeda. Akibatnya, bahkan jika angin di dekat permukaan bertiup dari arah pengamat ke gunung, angin di ketinggian yang lebih tinggi bisa bertiup berlawanan sehingga wilayah tetap terkena hujan abu. Faktor musim juga memengaruhi arah angin penyebar abu, dengan musim kering dan musim hujan menunjukkan pola yang berbeda. BMKG melaporkan bahwa pada ketinggian 20.000 kaki, abu terbawa ke Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, sementara pada ketinggian 50.000 kaki, arahannya ke Lampung, Bengkulu, dan selatan Selat Sunda.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait