Produk Asal China Mau Diblokir Total, Aturannya Lagi Disiapkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintahan Donald Trump sedang menyiapkan aturan baru untuk memblokir impor komponen data center asal China, khususnya optical transceiver yang digunakan untuk transfer data antar-server. Langkah ini dilakukan untuk melindungi infrastruktur teknologi AS dari potensi ancaman seperti pencurian data, malware, dan sabotase. Federal Communications Commission (FCC) ditargetkan menerbitkan regulasi ini tahun 2026.
Aturan ini menjadi bagian dari strategi AS untuk memotong rantai pasok teknologi China, terutama di sektor kritis seperti kecerdasan buatan (AI). Para ahli khawatir komponen asal China dapat menjadi vektor serangan siber atau mencuri teknologi canggih. Jika diterapkan, larangan ini akan menghambat Zhongji Innolight, produsen transceiver dengan 27% pasar global yang sudah masuk daftar militer China.
Dampak pasar segera terlihat: saham produsen transceiver AS seperti Lumentum naik 7%, Coherent melesat 11%, dan Applied Optoelectronics terbang 18%. Namun, langkah ini juga berisiko meningkatkan biaya operasional perusahaan cloud seperti AWS yang harus beralih ke pemasok AS dengan kapasitas terbatas. China menegaskan akan melawan tindakan ini secara diplomatis dan hukum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 08.15
AS Resmi Blokir Impor Robot Humanoid China! Rivalitas AI Raksasa Dunia Makin Panas
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 07.56
Balas Dendam, China Hentikan Ekspor Drone Penting ke AS
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 11.04
China Balas Sanksi Uni Eropa, Industri Pertahanan Barat Terancam Lumpuh
Berita terkait
China Menentang Sanksi Ilegal AS pada Maskapai Penerbangan Iran
SINDOnews · 22 September 2026 pukul 17.28
China Kecam AS Larang Maskapai Iran Beroperasi: Sanksi Sepihak Ilegal!
Detik.com · 22 September 2026 pukul 15.20
China Lanjutkan Proyek Masa Depan yang Disetop Amerika Serikat
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 07.50
Rusia dan China Veto Resolusi AS mengenai Sanksi terhadap Iran
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 21.31