Studi Sebut Kelamaan Online Bisa Bikin Bad Mood dan Stres
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi baru dari University of Duisburg-Essen menemukan bahwa penggunaan internet yang bermasalah berhubungan dengan suasana hati lebih buruk, tingkat stres lebih tinggi, dan semakin banyak aktivitas lain yang diabaikan. Penelitian ini melibatkan 900 orang dewasa di Jerman dari Oktober 2021 hingga Agustus 2024, dengan peserta yang menggunakan internet untuk bermain gim, media sosial, belanja daring, atau pornografi. Peserta mengisi penilaian setiap malam selama dua pekan soal suasana hati, tingkat stres, dan kebiasaan daring mereka.
Hasil menunjukkan dorongan sesaat untuk mengakses internet lebih kuat memprediksi seseorang melakukan aktivitas daring ketimbang stres atau suasana hati itu sendiri. Perasaan senang dari penggunaan internet diduga memperkuat perilaku tersebut dan membuat dorongan semakin sulit ditahan. Namun, studi ini bersifat observasional sehingga baru menemukan hubungan, bukan bukti sebab-akibat. Sampel juga tidak mewakili populasi umum karena mayoritas peserta adalah orang dewasa muda yang direkrut dari kelompok berbeda tingkat keparahannya. Studi ini berbeda dengan penelitian Oxford Internet Institute 2023 yang melibatkan 2,4 juta orang dan tidak menemukan hubungan jelas antara penggunaan internet dan kesehatan mental, karena studi Oxford mengamati populasi umum bukan pengguna bermasalah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 11.33
Menghabiskan Waktu Lama di Internet Punya Dampak Buruk, Ini Faktanya
Berita terkait
Gen Z Kompak Tinggalkan Smartphone, Kompak Pindah ke Penggantinya
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 16.45
5 Makanan Tinggi Kandungan Kortisol untuk Mengatasi Stres
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 05.50
Selena Gomez Digugat Investor, Wondermind Dituding Beri Informasi Menyesatkan
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 10.40
Ribuan Awak Kapal Induk AS Mulai Tumbang setelah 8 Bulan Perang Iran: Makanan Cuma Nasi dan Tortilla
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 05.46