Super El Nino 150 Tahun Lalu Tewaskan 50 Juta Orang, Apa yang Terjadi?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para pakar iklim memprediksi El Nino tahun 2026 bakal menjadi terkuat dalam 150 tahun, dengan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik berpotensi naik hingga 3,6°C di atas rata-rata, melebihi rekor Super El Nino 2015-2016 sebesar 0,8°C. Analisis 14 model prakiraan mendukung proyeksi ini.
Sejarah mencatat El Nino kuat pada 1876-1878 memicu kekeringan parah di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan, berujung pada Global Famine yang menewaskan lebih dari 50 juta jiwa, termasuk Bencana Kelaparan Besar di India, Grande Seca di Brasil, dan Kelaparan China Utara. Peristiwa ini didorong kombinasi faktor iklim seperti El Nino, Indian Ocean Dipole, dan suhu Atlantik Utara yang hangat.
Namun, ilmuwan menilai bencana serupa kecil kemungkinan terulang karena sistem peringatan dini modern via satelit dan pemantauan laut, serta perbaikan sistem pangan dan tanggap darurat. Meski demikian, El Nino saat ini tetap berpotensi menyebabkan banjir, kekeringan, gelombang panas, dan tekanan pada pertanian di berbagai wilayah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 06.09
Ancaman Kekeringan, Legislator Usul Sumur Darurat dan Segera Modifikasi Cuaca
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 23.47
Antisipasi Kemarau Panjang, Polri Kerahkan Personel ke Titik Rawan Karhutla
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 22.44
Rumah Ambruk saat Hujan Lebat di Pakistan, 11 Orang Sekeluarga Tewas
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 19.15
El Nino Diramal Bertahan Lebih Lama, Tahun Depan Bak Neraka Bocor
Berita terkait
El Nino Tahun Ini Berpotensi Jadi yang Terkuat dalam 150 Tahun
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 08.39
China Digempur Cuaca Ekstrem, Xi Jinping Soroti Mitigasi Bencana
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 05.00
BMKG Prediksi Musim Hujan 2026 Dimulai pada Oktober
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 08.30
Studi Sebut Super El Nino Bisa Bikin Laut Makin Tinggi
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 07.30