Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Usai Robot, AS Siapkan Larangan Perangkat Data Center China

Pemerintahan Trump melalui FCC sedang menyusun larangan impor optical transceiver baru asal China ke AS. Komponen ini berfungsi mengalirkan data berkecepatan tinggi di pusat data yang menopang pengembangan AI. Larangan bertujuan mencegah pencurian data, pemasangan malware, dan gangguan layanan. Aturan diperkirakan berlaku tahun ini. Pakar AI Divyansh Kaushik menyebut transceiver berisiko keamanan, terutama seiring pembangunan pusat data yang masif.

Larangan berdampak pada Zhongji Innolight, pemasok transceiver terbesar dunia dengan 27% pangsa pasar global dan 90% pendapatan dari luar China. Innolight sudah masuk daftar Departemen Pertahanan AS karena diduga terkait militer China. Saham produsen AS justru naik: Lumentum 7%, Coherent 11%, Applied Optoelectronics 18%. Namun laporan Foundation for American Innovation menyebut produsen AS belum mampu menggantikan skala vendor China. Larangan juga berpotensi menaikkan biaya perusahaan cloud AS seperti AWS. FCC sebelumnya telah melarang impor drone, router, robot, dan inverter dari China.

Berita terkait