Usai Robot, AS Siapkan Larangan Perangkat Data Center China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintahan Trump melalui FCC sedang menyusun larangan impor optical transceiver baru asal China ke AS. Komponen ini berfungsi mengalirkan data berkecepatan tinggi di pusat data yang menopang pengembangan AI. Larangan bertujuan mencegah pencurian data, pemasangan malware, dan gangguan layanan. Aturan diperkirakan berlaku tahun ini. Pakar AI Divyansh Kaushik menyebut transceiver berisiko keamanan, terutama seiring pembangunan pusat data yang masif.
Larangan berdampak pada Zhongji Innolight, pemasok transceiver terbesar dunia dengan 27% pangsa pasar global dan 90% pendapatan dari luar China. Innolight sudah masuk daftar Departemen Pertahanan AS karena diduga terkait militer China. Saham produsen AS justru naik: Lumentum 7%, Coherent 11%, Applied Optoelectronics 18%. Namun laporan Foundation for American Innovation menyebut produsen AS belum mampu menggantikan skala vendor China. Larangan juga berpotensi menaikkan biaya perusahaan cloud AS seperti AWS. FCC sebelumnya telah melarang impor drone, router, robot, dan inverter dari China.
Bagikan
Berita terkait
Satelit Pemantul Matahari Bikin Astronom Ketakutan
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 10.40
Proyek Data Center Makin Menjamur, Tak Peduli Ditolak Warga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 17.50
China Balas Dendam, Respons Amerika Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.15
China Balas Amerika, Respons Anak Buah Trump Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.15