Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Warga Khawatir Warna Merah Peta SO2 Anak Krakatau, Ini Faktanya

Badan Geologi Kementerian ESDM mengklarifikasi bahwa warna merah pada peta sebaran sulfur dioksida (SO2) akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berarti udara di permukaan berbahaya. Warna merah tersebut menunjukkan jumlah SO2 dalam seluruh kolom atmosfer pada ketinggian tertentu (satuan mg/m²), bukan konsentrasi gas yang langsung dihirup manusia di permukaan (satuan ppm).

Bau belerang dapat tercium karena fenomena lava fountain melepaskan gas ke atmosfer yang lebih rendah. Meskipun konsentrasi hingga 5 ppm dianggap aman, paparan di atas ambang tersebut dapat menyebabkan iritasi mata, batuk, dan sesak napas. Masyarakat diimbau menggunakan masker, tetap di dalam ruangan, dan tidak meminum air hujan.

Saat ini, status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga). Masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait