Warga Kompak Tolak Data Center, Presiden Bilang Siap-Siap Jadi Miskin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump membully keras warga Amerika yang menolak pembangungan pusat data (data center) AI di wilayah mereka. Dalam postingan di Truth Social, Trump menyebut penolakan ini hanya akan membuat komunitas tersebut 'tertinggal dan miskin', sementara mendukung data center justru akan membawa 'pajak rendah dan lapangan kerja'. Ia juga memperingatkan bahwa penolakan ini justru memberi keuntungan besar bagi China, karena banyak tempat lain yang siap menerima data center itu.
Menurut survei Gallup pada Maret 2026, 7 dari 10 warga AS menolak pembangunan data center AI di lokal mereka, dengan 48% sangat menolak. Lonjakan penolakan ini dipicu oleh kekhawatiran biaya listrik, penggunaan energi dan air yang besar, serta dampak lingkungan. Laporan Wolfe Research menunjukkan dukungan untuk data center turun hingga 60 poin dalam 12 bulan terakhir.
Isu ini menjadi faktor penting dalam pemilu paruh waktu November 2026, terutama di Ohio. Calon senator Republik Jon Husted terjebak ketat melawan lawan Demokrat Sherrod Brown, yang menjadikan penolakan data center sebagai kampanye utamanya. Partai Republik khawatir gelombang penolakan ini akan menyebar ke negara lain dan mempengaruhi kontrol Kongres.
Bagikan
Berita terkait
Data Center Sudah Bawa Petaka di Wilayah Dekat RI, Nasib Warga Miris
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 13.30
Ramai-Ramai Warga Tolak Data Center, Teriak Petaka Besar
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 12.40
Nge-Prompt AI Sedot Triliunan Liter Air, Bikin Sejumlah Daerah Kekeringan
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 17.52
Proyek Tembok Perbatasan Rp27,8 Miliar Donald Trump di Taman Nasional Big Bend Dihentikan Sementara
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 04.52