Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Warga Kompak Tolak Data Center, Presiden Bilang Siap-Siap Jadi Miskin

Presiden AS Donald Trump membully keras warga Amerika yang menolak pembangungan pusat data (data center) AI di wilayah mereka. Dalam postingan di Truth Social, Trump menyebut penolakan ini hanya akan membuat komunitas tersebut 'tertinggal dan miskin', sementara mendukung data center justru akan membawa 'pajak rendah dan lapangan kerja'. Ia juga memperingatkan bahwa penolakan ini justru memberi keuntungan besar bagi China, karena banyak tempat lain yang siap menerima data center itu.

Menurut survei Gallup pada Maret 2026, 7 dari 10 warga AS menolak pembangunan data center AI di lokal mereka, dengan 48% sangat menolak. Lonjakan penolakan ini dipicu oleh kekhawatiran biaya listrik, penggunaan energi dan air yang besar, serta dampak lingkungan. Laporan Wolfe Research menunjukkan dukungan untuk data center turun hingga 60 poin dalam 12 bulan terakhir.

Isu ini menjadi faktor penting dalam pemilu paruh waktu November 2026, terutama di Ohio. Calon senator Republik Jon Husted terjebak ketat melawan lawan Demokrat Sherrod Brown, yang menjadikan penolakan data center sebagai kampanye utamanya. Partai Republik khawatir gelombang penolakan ini akan menyebar ke negara lain dan mempengaruhi kontrol Kongres.

Berita terkait