Data Center Sudah Bawa Petaka di Wilayah Dekat RI, Nasib Warga Miris
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

NextDC, perusahaan data center asal Australia, mencatat lonjangan konsumsi air dan listrik yang mengkhawatirkan. Rasio efektivitas penggunaan air (WUE) naik dari 2,25 menjadi 2,40 liter per kWh, sementara rasio efektivitas penggunaan daya (PUE) meningkat dari 1,44 menjadi 1,49. Dampak ini ditinggalkan oleh proyek ekspansi dan masalah teknis seperti kebocoran serta anomali meteran. Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran publik terhadap ketersediaan air bersih dan stabilitas listrik di wilayah sekitar. Di tengah tekanan ini, pemerintah berbagai negara mulai menerapkan regulasi ketat, termasuk beku atau larangan pembangunan data center baru. Canberra menggodungi regulasi yang mewajibkan data center membangun pembangkit energi terbarukan mandiri. Meski pembengkakan sumber daya, laba bersih NextDC mencapai A$82,1 juta dengan EBITDA A$248,8 juta, sementara harga saham naik 3,3%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 16.45
Permintaan Besar, Danantara Siap Perluas Investasi di Data Center
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 15.20
Airlangga Ungkap Potensi Investasi Data Center Indonesia Capai 1,17 GW
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 11.00
Malaysia Gencar Tarik Investasi Data Center Berbasis AI, Targetkan Jadi Hub di Asia Tenggara
Berita terkait
Nge-Prompt AI Sedot Triliunan Liter Air, Bikin Sejumlah Daerah Kekeringan
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 17.52
AI-Data Center Meledak, Bos Kawasan Industri Tunjuk Ancaman Masalah
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 11.50
Bisnis Data Center RI Meledak, 4 Emiten Ini Paling Siap Menangkap Cuan
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 17.05
Ramai-Ramai Warga Tolak Data Center, Teriak Petaka Besar
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 12.40