124 Anak Tidak Sekolah di Jatim Diusulkan Ikuti PJJ, 109 Sudah Lolos Verifikasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggagas program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi Anak Tidak Sekolah (ATS). Program ini merupakan strategi untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan bermutu dan mempercepat penanganan ATS di berbagai daerah. Hingga 31 Juli 2026, lebih dari 700 ATS telah terverifikasi dan siap mengikuti pembelajaran.
Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah peserta PJJ terbanyak, yaitu 124 ATS diusulkan mengikuti program. Dari jumlah itu, 109 calon murid telah lulus verifikasi dan dinyatakan siap belajar, sedangkan 15 lainnya masih dalam proses verifikasi. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyambut baik program ini dan menyatakan bahwa tingginya angka ATS masih menjadi tantangan nasional meskipun pemerintah telah menyediakan alternatif seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan program kejar paket.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 12.13
Kemendikdasmen Telusuri Dugaan Penyalahgunaan Data Anak di Dapodik
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 14.36
5,5 Juta Buku Mulai Disebar ke Ribuan Sekolah
Berita terkait
Akses Pendidikan Diperluas, Kemendikdasmen Siapkan PJJ untuk Anak Tidak Sekolah
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 09.57
Wamendikdasmen: PJJ Bentuk Negara Menjemput Bola, Tidak Sekadar Hadir
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 21.24
MPLS PJJ Dimulai 3 Agustus 2026, Libatkan 132 Sekolah di Seluruh Indonesia
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 15.53
Kemendikdasmen Perluas PJJ, ATS Bisa Belajar Mandiri dan Tetap dapat Ijazah
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 14.17