3 Penguasa Lansia yang Menolak Lengser, Salah Satunya Presiden Tertua di Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tiga pemimpin lansia yang masih memegang kekuasaan meski usianya canggung, salah satunya adalah Presiden Kamerun Paul Biya, yang telah menjadi kepala negara sejak 1982 dan dikenal sebagai presiden tertua di dunia. Pada 2025, Biya memulai masa jabatan kedelapannya yang akan berakhir pada 6 November 2032, hampir bersamaan dengan ulang tahunnya yang ke-100. Selama 44 tahun berkuasa, Biya berhasil membangun jaringan sekutu yang loyal, sehingga pemerintahan tetap berjalan meski sering absen lama. Baru-baru ini, Biya menghabiskan dua setengah bulan di Jenewa, Swiss, sementara dari luar negeri tetap mengeluarkan dekret dan mengambil keputusan penting. Pada pertengahan Juni, juru bicaranya membantah rumor tentang kesehatannya yang diragukan.
Di sisi lain, Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin juga diberitakan membuka jalan bagi masa jabatan tambahan bertahun-tahun lalu. Di Amerika Serikat, mantan Presiden Donald Trump juga sempat menyatakan kemungkinan mencalonkan diri kembali, meskipun Konstitusi AS tidak mengizinkan masa jabatan lebih dari dua periode. Meski demikian, sejumlah analis menyoroti risiko pasca-Biya di Kamerun, termasuk persaingan elit yang bisa memicu ketegangan politik atau bahkan kudeta militer. Era pasca-Biya pun mulai terlihat, dengan sejumlah sekutunya yang dilaporkan memiliki ambisi untuk menggantikannya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 21.00
Muka Dua Para Penguasa: Saat Hukum Cuma Jadi Alat Amankan Jabatan
Berita terkait
NU di Tengah Bayang-Bayang Kekuasaan: Satu Refleksi untuk Muktamar ke-35
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 13.38
Bilangnya Sebentar, Presiden Pergi 10 Minggu ke Eropa dan Baru Pulang
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.55
Presiden Tertua di Dunia Akhirnya Pulang setelah 73 Hari Berada di Luar Negeri
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 08.57
Jokowi Tak Pernah Rela Lepaskan Kekuasaan ke Siapa Pun, Said Didu: Termasuk ke Prabowo
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 13.23