Bilangnya Sebentar, Presiden Pergi 10 Minggu ke Eropa dan Baru Pulang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Kamerun Paul Biya, berusia 93 tahun dan pemimpin terusan negara tersebut selama lebih dari 40 tahun, kembali ke negaranya pada Kamis (21/8/2026) setelah menjalani masa kehadiran di luar negeri selama lebih dari 10 minggu. Kejadian ini menjadi rekaman paling lama dalam sejarah Kamerun dan mengakhiri spekulasi mengenai kesehatan dan keberadaannya. Biya meninggalkan Kamerun pada 7 Juni untuk "kunjungan pribadi singkat di Eropa" bersama Ibu Negara Chantal Biya dan tiba di Bandara Internasional Nsimalen, Yaounde dengan penerbangan carter dari Jenewa, Switzerland. Saat kembali, Biya melambaikan tangan melalui jendela kepada ratusan pendukung partai CPDM yang menyambutnya di sepanjang jalan menuju Istana Persatuan Etoudi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 11.21
Kode Jokowi ke Prabowo Lewat Duduk Sejajar: Siap di Posisi Terdepan Jika Terjadi Suksesi
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 08.57
Presiden Tertua di Dunia Akhirnya Pulang setelah 73 Hari Berada di Luar Negeri
Berita terkait
Presiden Tertua di Dunia Sudah 71 Hari Kunjungan ke Eropa tapi Tak Pulang-pulang, Ada di Mana Dia?
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 10.34
Presiden Tertua di Dunia Pamitnya Kunjungan Singkat ke Eropa, tapi Sudah 2 Bulan Tak Pulang
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 10.42
Presiden Ini Memerintah Sejak 1984, Mendadak "Hilang" Tak Berjejak
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.45
Presiden Tertua Bikin Heboh, "Pelesir" ke Eropa dan Tak Pulang-Pulang
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 21.10