4 Tahun Berperang, Bagaimana Kondisi Sebenarnya Perekonomian Rusia?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perekonomian Rusia menghadapi tekanan besar setelah empat tahun perang di Ukraina, sanksi internasional, inflasi, dan peningkatan utang korporasi. Meski demikian, pemerintah Presiden Vladimir Putin masih mampu membiayai operasi militernya. Sejumlah analis menyebut kondisi ini menunjukkan kerentanan ekonomi Rusia, namun belum sampai pada tahap keruntuhan. Sejarawan dan ekonom Adam Tooze menyatakan bahwa pertanyaan mengenai seberapa kuat perekonomian Rusia masih sulit dijawab secara pasti.
Sektor minyak dan gas tetap menjadi penopang utama perekonomian Rusia. Pendapatan ekspor energi membantu pemerintah mempertahankan aliran penerimaan meskipun berbagai sanksi internasional membatasi akses Rusia terhadap pasar dan sistem keuangan global. Kemampuan Moskow mempertahankan pembiayaan perang menjadi faktor penting dalam menentukan posisi Rusia di meja perundingan, terutama di tengah upaya pemerintahan baru AS mendorong penghentian perang.
Beberapa analis mempertanyakan keakuratan data ekonomi resmi Rusia. Financial Times pada November 2024 menyoroti kejanggalan data yang dikeluarkan pemerintah. Analis keuangan Craig Kennedy mencatat lonjakan utang korporasi Rusia yang meningkat 71% sejak 2022. Perbankan Rusia juga disebut memberikan kredit berbunga di bawah tingkat pasar kepada perusahaan-perusahaan yang dianggap strategis bagi kepentingan negara.
Bagikan
Berita terkait
Mengapa Rusia Menjual Cadangan Emasnya?
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 16.16
Tagihan Energi Naik 13 Persen, Inflasi Inggris Diperkirakan Capai 2,9 Persen
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 23.00
Pastikan Pasokan Listrik Aman, PLN Sebut Beban Puncak Listrik Selama HUT RI Capai 42,6 GW
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 16.45
Anggaran Subsidi LPG 3 Kg Naik 26,21% pada 2027, Tembus Rp114,1 T
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.30