Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

431 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, SPPG Kena Suspend Sementara

Sebanyak 431 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9). Para santri yang terdampak sedang dirawat di delapan rumah sakit rujukan. Salah satu santri, SZ (15), melaporkan bahwa menu MBG yang dikonsumsi terasa asam, khususnya sayurnya, sebelum mengalami gejala mual, lemas, dan pusing. Pengasuh ponpes, Abdul Wahid Harun, menyatakan bahwa sekitar 1.000 santri mengonsumsi MBG pada hari tersebut, dan kejadian ini disebabkan oleh makanan yang diolah oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, bukan oleh pesantren. Ia menegaskan bahwa tidak ada indikasi keracunan yang direncanakan.

Wakil Gubernur Jawa Timur dan Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, membantah kabar adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Ia menyatakan bahwa keluhan serupa juga dilaporkan oleh siswa dari 19 lembaga pendidikan lain yang berada di Kecamatan Tanggulangin yang sama, termasuk SMA, SMP, SD, dan TK. SPPG Kalitengah sebelumnya telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), namun Emil menekankan bahwa sertifikasi tersebut tidak menjamin kualitas penuh, karena hanya menilai sistem dan sarana prasarana secara umum.

Teguh Bayu Wibowo, Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, mengonfirmasi bahwa SPPG Kalitengah Tanggulangin telah di-suspend sementara oleh BGN pusat. Dapur tersebut biasanya memasok sekitar 2.800 porsi per hari, dengan sekitar 1.000 porsi untuk santri Ponpes Manbaul Hikam. Sampel makanan telah diambil oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo dan kepolisian untuk diuji di laboratorium, dan hasilnya diperkirakan akan tersedia dalam satu minggu ke depan.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait