Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

6.409 Gempa Susulan Guncang NTT, Warga Masih Takut Pulang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 6.409 gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Senin (24/8/2026) pukul 05.00. Gempa terbesar tercatat berukuran 6,2 magnitudo, sementara terkecilnya 1,1. Dari seluruh gempa susulan tersebut, 139 kali dirasakan oleh masyarakat. Kepala BNPB Suharyanto menyatakan bahwa frekuensi gempa susulan masih tinggi membuat sebagian warga tetap takut pulang, sehingga banyak yang memilih mengungsi meski rumah tidak rusak. Menurut BMKG, aktivitas gempa mulai menurun dan diperkirakan akan stabil dalam 3 hingga 4 minggu ke depan.

Distribusi logistik dan operasional pengendalian bencana semakin lancar dengan terbentuknya posko-posko baik nasional maupun daerah. Posko Halim Perdanakusuma menjadi pusat pengumpulan logistik yang akan dikirim ke Labuan Bajo dan Maumere. Di Labuan Bajo, Posko Aju 1 melayani kebutuhan logistik untuk empat kabupaten: Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, Posko Aju 2 di Maumere mengatur distribusi ke Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo, termasuk Pulau Palue.

Hingga Senin, data menunjukkan logistik yang tiba di Flores mencapai 1.225 ton, dengan 869 ton di Labuan Bajo dan 356 ton di Maumere. Di Labuan Bajo, stok logistik mencapai 1.624,23 ton dan sudah didistribusikan ke empat kabupaten. Di Maumere, logistik masuk sebesar 375,9 ton dan terdistribusi 258,5 ton. BNPB juga menyimpan stok cadangan (buffer stock) yang segera didistribusikan ke masyarakat terdampak. Selain itu, bantuan dari berbagai pihak juga diterima langsung di daratan Flores tanpa melalui posko nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait