Air di Waduk Hilang-Kepala BMKG Minta Isi Bendungan, Sorot PLTS dan PLTB
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa fenomena El Nino berpotensi menurunkan debit air di waduk, sehingga mengganggu operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) selama musim kemarau. Menurut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dampak El Nino akan paling terasa pada Agustus hingga September, dengan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masuk kategori rendah hingga sangat rendah. Wilayah paling terdampak meliputi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa pesisah, Sumatra selatan, hingga Papua Selatan. Untuk mengatasi hal ini, BMKG berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan operasi modifikasi cuaca guna mengisi kembali 240 bendungan yang kekurangan air, termasuk di Danau Toba, Poso Energy, dan DAS Citarum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 06.50
Waspada Hujan Lebat Kamis Ini, Simak Daftar Wilayahnya
ANTARA News · 5 Agustus 2026 pukul 21.44
Pramono setuju modifikasi cuaca dilakukan dua kali sepekan
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 21.13
Hujan Buatan Jadi Harapan saat Kemarau Berkepanjangan
ANTARA News · 5 Agustus 2026 pukul 17.44
Pemerintah siapkan stimulus antisipasi dampak El Nino
Berita terkait
BMKG Tiba-Tiba Beri Peringatan Soal Pasokan Listrik, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 14.05
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Jaksel dan Jaktim Bakal Diguyur Hujan Jumat Malam
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 05.36
Saking Sangat Kuatnya El Nino, Wilayah RI Ini Ikut Alami Musim Kemarau
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 19.20
BMKG Siapkan Data Ketersediaan Air Gambut dan Perkuat Mitigasi Karhutla
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 19.05