AirAsia Berdarah-darah, Malaysia Siapkan Skenario Darurat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Malaysia memantau kondisi keuangan AirAsia dan menggali skenario darurat, termasuk mengundang Malaysia Airlines dan Batik Air untuk menyerap rute serta penumpang maskapai berbiaya rendah tersebut. Langkah ini diambil akibat lonjkan biaya bahan baku 66% pada KQ2 2026, mencapai US$183 per barel, dipicu konflik AS-Israel di Iran. AirAsia menguasai 40% pasar Malaysia dan 60% domestik. Per 30 Juni, kewajiban lancar mencapai 18,4 miliar ringgit dan rugi bersih US$831 juta pada KQ2, termasuk kerugian kurs US$331 juta. Perusahaan mencari pendanaan US$1 miliar dari pasar utang internasional serta kredit lokal 700 juta ringgit untuk restrukturisasi utang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.51
Malaysia Rayu Maskapai Lokal-Batik Air Caplok Pasar AirAsia, Ada Apa?
Berita terkait
Rugi Air Asia Bengkak Jadi Rp 1,45 T Semester I-2026, Kenapa?
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 08.44
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, AirAsia Beri Pilihan ke Penumpang
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 15.23
Penumpang AirAsia Diduga BAB di Kursi, Bau Menyengat Penuhi Kabin hingga Mendarat di Shanghai
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 01.20
Bea Cukai Tangkap Pramugari Maskapai Malaysia Pakai Vape Etomidate
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 19.05