Akurasi Data Desil demi Bansos Tepat Sasaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk mengelompokkan masyarakat dalam 10 desil kesejahteraan berdasarkan 39 variabel. Data DTSEN per 3 Juli 2026 mencatat 290,13 juta penduduk dan 95,98 juta keluarga di Indonesia. Desil ditentukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), bukan pemerintah daerah, dan menjadi acuan kebijakan bansos serta subsidi energi. Namun, banyak warga mengeluhkan ketidaksesuaian data desil dengan kondisi nyata, seperti kasus Timbul yang dilaporkan naik dari desil 1 ke 9 setelah anaknya masuk kuliah, atau Amad yang berubah-ubah dari desil 4 ke 9 dalam waktu singkat. Kasus Diandra, mahasiswi yang terancam kehilangan beasiswa karena sistem mendeteksinya sebagai desil 7 dengan tiga mobil padahal keluarganya tidak mampu, juga viral di media sosial. Ombudsman dan DPRD DIY menerima banyak aduan serta mendorong verifikasi lapangan. Pemerintah membuka kesempatan koreksi data dan menekankan pentingnya pemutakhiran serta verifikasi lapangan agar kebijakan bansos tepat sasaran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 17.30
Ternyata Status Desil Warga Diperbarui Tiap 3 Bulan
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 20.58
Mensos soal Polemik Data Desil: Warga Bisa Ajukan Pemutakhiran
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 06.00
Kriteria Penerima Bansos September 2026: Hanya untuk KPM Desil 1–4
Berita terkait
Seputar Desil yang Jadi Sorotan Tajam Masyarakat
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 06.30
Arti dan Rincian Desil 1-10, Jadi Acuan Penerima Bansos
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 16.00
Jawab Kritikan dari Masyarakat, BPS DIY: Perubahan Desil masih Dimungkinkan
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 18.10
Sistem Desil Dasar Penerima Bansos, Serikat Pekerja Ragukan Cerminan Kondisi Rill
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 16.59