Aliansi Mekkah Akan Jadi Perisai Baru atau Sinyal Strategis?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

RIYADH - Tiga kepala negara, Mohammed bin Salman (Arab Saudi), Recep Tayyip Erdogan (Turkiye), dan Shehbaz Sharif (Pakistan), menandatangani 'Kesepakatan Pertahanan Bersama Mekkah' di Istana al-Safa, Mekkah. Pakta ini menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu negara dianggap serangan terhadap ketiganya. Penandatanganan dilakukan di tengah konflik yang sedang berlangsung antara AS-Israel melawan Iran, yang telah berlangsung lebih dari lima bulan dan menyebabkan serangan rudal dan drone terhadap negara-negara pengekspor minyak di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, serta mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz. Kesepakatan ini merupakan pengembangan dari pakta bilateral Arab Saudi-Pakistan yang ditandatangani kurang dari setahun yang lalu, kini diperluas dengan melibatkan industri pertahanan Turki dan militer NATO.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 12.46
Diteken Turki-Pakistan-Saudi, Apa Tujuan Pakta Pertahanan Makkah?
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 06.38
Turki, Arab Saudi dan Pakistan Bikin 'NATO Islam', Ada Apa?
Berita terkait
Negara-negara Arab Marah dan Pertanyakan Jaminan Keamanan AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 16.29
3 Negara Arab yang Segera Bergabung dengan Pakta Mekkah, Semuanya Sekutu AS
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 04.40
Ini Gambaran Kekuatan Militer Aliansi Mekkah, Punya 1,4 Juta Prajurit dan 3.400 Pesawat
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 15.26
Raja Salman Ungkap Pakta Mekkah dengan Turki dan Pakistan Kerja Sama Jangka Panjang
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 07.07