Aliansi Mekkah Akan Jadi Perisai Baru atau Sinyal Strategis?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

RIYADH - Tiga kepala negara, Mohammed bin Salman (Arab Saudi), Recep Tayyip Erdogan (Turkiye), dan Shehbaz Sharif (Pakistan), menandatangani 'Kesepakatan Pertahanan Bersama Mekkah' di Istana al-Safa, Mekkah. Pakta ini menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu negara dianggap serangan terhadap ketiganya. Penandatanganan dilakukan di tengah konflik yang sedang berlangsung antara AS-Israel melawan Iran, yang telah berlangsung lebih dari lima bulan dan menyebabkan serangan rudal dan drone terhadap negara-negara pengekspor minyak di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, serta mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz. Kesepakatan ini merupakan pengembangan dari pakta bilateral Arab Saudi-Pakistan yang ditandatangani kurang dari setahun yang lalu, kini diperluas dengan melibatkan industri pertahanan Turki dan militer NATO.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 12.46
Diteken Turki-Pakistan-Saudi, Apa Tujuan Pakta Pertahanan Makkah?
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 06.38
Turki, Arab Saudi dan Pakistan Bikin 'NATO Islam', Ada Apa?
Berita terkait
Melonjak 80 Persen, Ekspor Minyak Arab Saudi Capai Level Tertinggi Sejak Perang
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 17.40
Hadapi Serangan Houthi, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan Bahas Pengaktifan Perjanjian Mekkah
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 18.31
Harga Minyak Dunia Turun Didorong Pulihnya Pasokan Arab Saudi
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 10.07
AS Tak Bisa Diandalkan Hadapi Houthi, Saudi Bergantung pada Pakistan
SINDOnews · 20 September 2026 pukul 21.35